Tradisi Jawa Wiwitan Sebagai Upacara Syukur Menjelang Panen

  • 30 Jan 2025 02:09 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Tradisi wiwitan merupakan salah satu budaya Jawa berupa upacara yang dilakukan oleh para petani menjelang masa panen. Tradisi wiwitan sebagai wujud rasa syukur para petani kepada Tuhan atas hasil panennya.

Secara umum, tradisi wiwitan dilakukan di area sawah yang biasanya mengandung hal-hal mistis. Dalam melaksanakan tradisi wiwitan ada proses yang harus dilakukan.

Berikut ini proses dalam pelaksanaan tradisi wiwitan, dikutip dari Tamara V 2021 yakni :

Menentukan Hari Baik

Sebelum melaksanakan tradisi wiwitan, perlu menentukan hari yang baik untuk melaksanakan upacara tradisi ini. Memilih hari baik tidak sembarangan dilakukan, karena para petani percaya bahwa hitungan hari yang baik bisa menjadikan keberkahan dalam masa panen.

Ider-ider

Ider-ider atau keliling dilakukan dengan memasang cok bakal dan janur kuning pada setiap sudut sawah sebagai tanda pemberitahuan dan izin kepada penunggu sawah. Hal ini dilakukan sebagai harapan para petani supaya mendapatkan berkah dari Dewi Kesuburan.

Tirakatan

Tirakatan merupakan kegiatan begadang atau tidak tidur di malam hari dengan tujuan tertentu. Biasanya, tirakat ini dilakukan sehari sebelum pelaksanaan upacara tradisi wiwitan dan pemilik sawah mengundang para sesepuh. Tidak hanya sekedar menahan kantuk, tetapi tirakat ini untuk menyerahkan diri kepada Tuhan, berdoa, dzikir, dan menahan hawa nafsu.

Kenduri

Kenduri atau selametan merupakan kegiatan yang paling penting dalam upacara tradisi wiwitan. Kenduri dilakukan di sawah secara bersama-sama untuk berdoa kepada Tuhan. Setelah berdoa bersama, ada beberapa prosesi yang dilakukan para petani.

Tradisi wiwitan merupakan salah satu wujud keselarasan antara manusia dengan Tuhan. Selaras pula antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. (Ali Marsudi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....