Bong, Tempat Peristirahatan Terakhir Masyarakat Tionghoa di Indonesia

  • 29 Jan 2025 17:18 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Makam Tionghoa di Indonesia khususnya di Jawa sering disebut dengan "Bong" karena istilah ini berasal dari bahasa Hokkien, salah satu dialek yang banyak digunakan oleh komunitas Tionghoa di Indonesia, terutama di daerah seperti Surakarta, Semarang, Surabaya, dan beberapa kota lain di Jawa. Kata "Bong" dalam bahasa Hokkien merujuk pada makam atau kuburan, khususnya yang berkaitan dengan pemakaman keluarga atau leluhur dari komunitas Tionghoa.

Dalam buku 'Funeral Customs of the Chinese in Indonesia' oleh Tan S. H, yang secara khusus mengulas tentang adat istiadat pemakaman masyarakat Tionghoa di Indonesia, menyebutkan bahwa dalam bahasa Hokkien, "Bong" berarti makam atau tempat peristirahatan terakhir. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan makam-makam yang memiliki desain khas, biasanya besar, berbentuk bukit atau gundukan tanah, dan dilengkapi dengan berbagai simbol atau ornamen keagamaan, sesuai dengan tradisi Tionghoa dalam menghormati leluhur mereka.

Komunitas Tionghoa telah berada di Indonesia sejak ratusan tahun lalu, dan selama waktu itu, mereka membawa tradisi pemakaman mereka yang dipengaruhi oleh ajaran Konghucu, Taoisme, dan Buddhisme. Kepercayaan ini menekankan pentingnya menghormati leluhur, dan makam-makam mereka seringkali didesain dengan ukuran yang besar dan dengan berbagai ornamen keagamaan, yang dikenal dengan nama "Bong."

Selain itu, kata "Bong" juga bisa digunakan untuk merujuk pada makam keluarga yang memiliki status sosial tinggi, sebagai simbol penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Oleh karena itu, pemakaman yang dikenal dengan nama Bong di Jawa juga mencerminkan tradisi Tionghoa yang mengedepankan penghormatan terhadap leluhur, serta pentingnya menjaga hubungan dengan dunia roh.

Makam "Bong" memiliki nilai spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa di Jawa. Dalam tradisi Tionghoa, makam yang dibangun dengan baik dan dihias dengan berbagai persembahan dianggap dapat membawa berkah dan perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Oleh karena itu, makam-makam ini sering kali dirancang besar dan dihias dengan ornamen-ornamen religius, patung, serta tulisan yang memiliki makna simbolis untuk kesejahteraan keluarga dan untuk menghormati leluhur mereka. Secara keseluruhan, istilah "Bong" menjadi penanda khas untuk makam Tionghoa , yang mencerminkan warisan budaya dan spiritual masyarakat Tionghoa yang sudah berakar lama di Indonesia. (Wiwik Martani)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....