Kumbokarnan, Tradisi Jawa yang Masih Bertahan
- 23 Jan 2025 08:30 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Bagi masyarakat khususnya orang Jawa, istilah Kumbokarnan tentu tidak asing. Karena sudah menjadi bagian tradisi turun-temurun yang masih dilestarikan dan berjalan sampai sekarang. Kumbokarnan adalah rapat yang diadakan oleh orang yang akan punya kerja, yaitu persiapan panitia sebelum menggelar pernikahan.
Orang yang akan mempunya hajat biasa disebut “nduwe gawe”, biasanya kabar itu tersebar hingga warga satu RT bahkan sampai satu RW tahu. Bahkan pamangku hajat akan melibatkan para sesepuh untuk terlibat menjadi panitia. Hal ini merupakan bentuk kekerabatan dan bentuk hidup sosial di tengah masyarakat.
Warga disekitar akan siaga membantu terselenggaranya hajatan yang akan digelar. Merupakan tanggungjawab moral warga untuk saling membantu. Baik orang tua dan anak muda mereka memiliki bagian tugas masing-masing dalam penyelenggaraan acara hajatan tersebut.
Dikutip dari laman YPTD, Kamis(23/01/2025) Kumbokarnan diadakan oleh orang yang punya hajat atau nduwe gawe biasanya dua minggu sebelum hari H. Mereka yang diundang adalah Ketua RT, Ketua RW, Kepala Dusun, para sesepuh, para warga, dan pemuda lingkungan yang akan terlibat dalam kepanitiaan. Kumbokarnan sebagai bentuk bahwa keluarga yang mempunyai hajat memberikan mandat kepada para panitia.
Dalam kumbokarnan atau rapat persiapan panitia ini akan membahas dua hal penting, yakni prosesi pernikahan dan pembagian tugas panitia. Biasanya di daerah-daerah masih memegang teguh tradisi, yaitu menggelar hajat menggunakan prosesi adat secara penuh dan diikuti seluruh anggota keluarga, tetapi saat ini tidak semua keluarga menyelenggarakan mantu dengan adat secara penuh atau hanya diikuti sebagian keluarga saja.
(Aris_LPU)
Sumber: https://terbitkanbukugratis.id/komunitas-inspirasiana/09/2021/kumbokarnan-rapat-persiapan-panitia-pernikahan-dalam-tradisi-jawa/
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....