Tata Cara Qadha Puasa dan Niatnya
- 16 Jan 2025 10:07 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Tak lama lagi bulan suci Ramadhan akan menjelang, hanya tinggal hitungan hari saja ummat Islam akan kembali melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Tahun 2025 ini diperkirakan puasa jatuh pada akhir bulan Februari atau awal Maret namun seperti biasanya pengumuman tentang kapan pastinya penetapan satu ramadhan akan dilaksanakan setelah pemerintah dan kementerian agama menggelar sidang istbat bersama.
Tentunya persiapan menyambut bulan suci ummat Islam ini diperlukan salah satunya adalah dengan mulai mengqadha atau mengganti puasa Ramadhan bagi yang berhalangan ketika puasa tahun sebelumnya.
Arti Qadha
Mengqadha atau mengganti puasa ramadhan dalam ajaran Islam adalah wajib hukumnya. Maka sepatutnya bagi mereka yang tinggal puasa tahu tata cara mengganti atau mengqadha puasa yang ditinggalkan.
Mengutip dari laman Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa kata qadha adalah bentuk masdar dari kata qadhaa, yang artinya memenuhi atau melaksanakan. Adapun menurut istilah dalam ilmu fiqih, qadha dimaksudkan sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam.
Menurut para ulama, qadha puasa ramadhan wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan. Qadha puasa tidak wajib dilaksanakan secara berurutan namun dapat dilakukan secara leluasa kapan saja dikehendaki. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: "Yaitu beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, maka wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik bagiya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya".
Demikian pula dalam sabdanya Rasulullah SAW berkata: "Qadha(puasa) ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika is berkehendak, maka ia boleh malakukannya berurutan". (H.R. Daruquthni dari Ibnu Umar).
Niat qadha puasa
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'l fardhi syahri ramadhana lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan ramadhan esok hari karena Allah Ta'ala.
Bagaimana jika lupa jumlah hari puasa yang tinggal?
Seorang muslim seharusnya hati-hati dan mencatat setiap bilangan puasa yang ditinggalkan. Puasa yang tinggal sama diibaratkan dengan hutang, perlu dicatat agar tak lupa. Namun, jika sudah terlanjur lupa bagaimana?
Dalam kondisi seperti ini, alangkah baiknya jika kita tentukan saja jumlah hari yang paling maksimum, karena lebih mengqadha itu lebih baik daripada kurang. Kelebihan itu sendiri akan menjadi ibadah sunnah yang juga akan mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.
Wallahu 'alam bissawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....