Simak Sejarah Pagar Nusa di Momen Hari Lahirnya
- 03 Jan 2025 08:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pagar Nusa merupakan organisasi seni bela diri pencak silat yang didirikan Nahdlatul Ulama (NU). Berdirinya Pagar Nusa ternyata diawali dari keprihatinan para kiai NU terhadap kesurutan ilmu bela diri pencak silat di pondok pesantren.
Lantas, seperti apa sejarah lengkap Pagar Nusa? Mari simak sejarah Pagar Nusa di momen Hari Lahirnya Ke-39, 3 Januari 2024, sebagaimana dilansir dari situs resmi PBNU.
Pagar Nusa pertama kali dicetuskan pada 3 Januari 1986 oleh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Namun, pengesahan baru dilakukan setelah enam bulan dibentuk.
Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986. Dibentuknya Pagar Nusa lantaran diawali perhatian dan keprihatinan para kiai NU terhadap ilmu bela diri pencak silat.
Padahal, salah satu peran krusial pondok pesantren yakni menjadi pusat kegiatan ilmu bela diri pencak silat. Selain menjadi pengasuh ponpes, kiai tersebut berperan sebagai ahli pencak silat dan juga merangkap menjadi pendekar pencak silat.
Terlepas dari hal tersebut, kiai tersebut khawatir akan adanya perguruan pencak silat lain yang sifatnya tertutup. Kemisteriusan ini membuat klaim sebagai yang terbaik dan terkuat.
Hingga kemudian ia memutuskan melakukan diskusi dan mendirikan Pagar Nusa. Tokoh tersebut di antaranya KH Suharbillah, KH Mustofa Bisri, serta KH Agus Maksum Jauhari atau Gus Maksum.
Hingga pada 27 September 1985 atau bertepatan 12 Muharrom 1406 Hijriah, kiai tersebut melkaukan perundingan di Pondok Pesnatren Tebuireng Jombang. Mereka mendiskusikan pembentukan suatu wadah untuk mengembangkan seni bela diri, pencak silat dibawha naungan NU.
Lalu, perundingan tersebut menghasilkan Surat Keputusan Resmi Pembentukan Tim Persiapan Pendirian Perguruan Pencak Silat NU. Pembentukan ini diresmikan pada 27 Rabi'ul Awwal 1406/10 Desember 1985.
Di sisi lain, ada juga perundungan kedua di Pondok Pesantren LIrboyo pada 3 Januari 1986. Hasil musyawarah kedua merumuskan kesepakatan susunan Pengurus Harian Jawa Timur di mana Gus Maksum terpilih menjadi ketua umumnya.
Terkait nama organisasi, disepakati organisasi seni bela diri pencak silat dinamai Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU). Nama Pagar Nusa diusulkan Ketua PWNU Jawa Timur KH Anas Thohir yang terinspirasi dari lambang NU.
Seiring berjalannya waktu, Pagar Nusa telah mempunyai berbagai Ketua Umum besar. Diantaranya, KH Agus Maksum Jauhari, KH Suharbillah, KH Fuad Anwar, KH Aizuddin Abdurrahman, dan HM Nabil Haroen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....