Sejarah Rantang, Perkembangannya dari India ke Seluruh Dunia

  • 28 Des 2024 21:47 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Rantang, atau yang dikenal dengan nama panci susun, adalah sejenis kotak bekal yang digunakan secara luas di berbagai wilayah Asia dan Karibia, termasuk India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Guyana, Suriname, dan Trinidad dan Tobago. Penggunaannya yang praktis dan efisien menjadikannya sebagai pilihan utama untuk menyimpan dan mengangkut makanan berat sehari-hari.

Rantang telah menjadi bagian dari budaya kuliner di negara-negara tersebut, dengan berbagai nama dan bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Asal Usul dan Penyebaran

Dari laman Wikipedia, rantang pertama kali dikenal di India, di mana ia digunakan oleh pekerja untuk membawa bekal makanan dari rumah ke tempat kerja. Dari India, penggunaan rantang kemudian menyebar ke negara-negara lain di Asia dan Karibia, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Guyana, Suriname, dan Trinidad dan Tobago. Di Hungaria, rantang juga digunakan secara luas, terutama untuk mengangkut makanan restoran untuk dinikmati di rumah. Versi Hungaria ini biasanya berisi sup, hidangan utama, dan sepotong kue.

Di Jerman, sebuah perangkat yang mirip dengan rantang dikenal dengan sebutan Henkelmann. Meskipun sangat populer hingga tahun 1960-an, penggunaan Henkelmann kini sangat jarang, dan hampir tidak terlihat di kehidupan sehari-hari masyarakat Jerman saat ini. Bentuknya mirip dengan peti perlengkapan dapur militer, bulat atau lonjong, dan digunakan untuk menyimpan makanan.

Sistem Pengiriman Makanan di Mumbai

Di kota Mumbai, India, terdapat sebuah sistem pengiriman makanan yang sangat efisien dan terorganisir, yang dikenal sebagai dabbawala. Sistem ini mengantarkan makan siang hangat yang dikemas dalam rantang kepada pekerja kantoran dari rumah di pinggiran kota atau dari jasa boga.

Dengan bantuan para pengirim makanan yang disebut dabbawala, sistem ini dapat mengantarkan ribuan kotak makan siang setiap hari, bahkan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Fenomena ini telah menjadi contoh yang terkenal dalam dunia logistik dan pengiriman makanan.

Berbagai Sebutan Rantang di Dunia

Rantang dikenal dengan berbagai nama di berbagai negara. Dalam Bahasa Inggris, sebutannya adalah tiffin carriers, sementara di Malaysia dan Indonesia sering disebut dengan mangkuk tingkat atau panci susun. Di Thailand, rantang disebut Pin To, sementara di Kamboja disebut Chan Srak. Dalam bahasa Hokkien, rantang disebut Uann-tsan dlan, di negara-negara Arab, mereka menggunakan istilah safartas yang berasal dari bahasa Turki "sefer tası", yang berarti 'mangkuk perjalanan'. Di Hungaria, kotak bekal ini disebut éthordó, yang berarti 'pembawa makanan'.

Rantang dalam Sejarah Bahasa Indonesia

Kata "rantang" sendiri adalah salah satu kata dalam Bahasa Indonesia yang diserap dari Bahasa Belanda, mengingat pada masa penjajahan Belanda, penggunaan rantang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Para penjajah Belanda juga mulai menggunakan rantang sebagai wadah untuk menyimpan makanan, karena dinilai lebih efisien. Meski demikian, asal usul kata "rantang" hingga kini masih belum diketahui secara pasti, dan menjadi bagian dari sejarah bahasa Indonesia yang menarik.

Rantang, dengan berbagai sebutan dan bentuk di berbagai negara, memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan kuliner banyak negara di Asia dan Karibia. Penggunaannya yang praktis untuk membawa makanan sehari-hari menjadikannya sebuah inovasi penting dalam dunia kuliner. Sistem pengiriman makanan yang efisien di Mumbai, serta penyebaran penggunaan rantang ke berbagai penjuru dunia, menunjukkan betapa pentingnya alat ini dalam mendukung mobilitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....