Awal Mula Sejarah Akuarium dan Perkembangannya

  • 28 Des 2024 21:24 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Akuarium, atau yang lebih dikenal dengan sebutan tirtalaya, adalah sebuah vivarium yang memiliki setidaknya satu sisi transparan, digunakan untuk menampung serta menampilkan satwa dan tumbuhan air. Istilah "akuarium" sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni aqua yang berarti 'air' dan sufiks -arium yang bermakna 'tempat yang terkait dengan'.

Menurut Wikipedia, Konsep akuarium seperti yang kita kenal sekarang pertama kali dikembangkan pada tahun 1850 oleh ahli kimia Robert Warington. Warington menjelaskan bahwa tumbuhan yang ditambahkan ke dalam air dalam wadah akan mengeluarkan oksigen yang cukup untuk mendukung kehidupan hewan, asalkan jumlah hewan yang dipelihara tidak berlebihan. Keberhasilan eksperimen ini menandai awal dari perkembangan akuarium modern.

Pada awal era Victoria di Inggris, kegemaran terhadap akuarium semakin berkembang. Philip Henry Gosse, seorang ahli biologi, memainkan peranan penting dalam penyebaran minat terhadap akuarium dengan menciptakan akuarium publik pertama di Kebun Binatang London pada tahun 1853. Tak hanya itu, Gosse juga menerbitkan buku The Aquarium: An Unveiling of the Wonders of the Deep Sea pada tahun 1854, yang menjadi panduan pertama bagi para penghobi akuarium. Buku tersebut banyak membahas tentang akuarium air asin dan teknik-teknik pemeliharaan berbagai jenis ikan dan tumbuhan air.

Pada masa ini, akuarium tidak hanya dijadikan hobi oleh individu-individu di rumah, namun juga dipamerkan di tempat-tempat publik dalam ukuran yang lebih besar. Akuarium publik ini menampilkan berbagai macam hewan air seperti ikan, berang-berang, lumba-lumba, hiu, penguin, anjing laut, dan bahkan paus, bersama dengan tanaman air yang mempercantik tampilan.

Sejarah Akuarium

Akuarium modern memiliki akar sejarah yang panjang. Pada zaman Romawi Kuno, ikan pertama yang dipelihara dalam ruangan adalah ikan dari genus Barbus, yang diletakkan di kolam kecil di bawah kamar tidur tamu. Seiring berjalannya waktu, teknologi kaca berkembang, dan salah satu dinding kolam ini diganti dengan kaca untuk memberikan sudut pandang yang lebih jelas bagi para pemiliknya.

Pada tahun 1369, Kaisar Tiongkok Hóngwǔ mendirikan perusahaan porselen untuk membuat tabung porselen yang digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan mas hias. Bentuk tabung ini kemudian berkembang menjadi mangkuk bola yang lebih familiar di kalangan penghobi akuarium.

Perkembangan lebih lanjut datang pada tahun 1836, setelah penemuan kotak Wardian oleh Dr. Nathaniel Bagshaw Ward. Ia mengusulkan penggunaan kotak kaca untuk membawa hewan tropis, yang kemudian berkembang menjadi wadah untuk menampung tumbuhan dan ikan. Pada tahun 1841, Ward berhasil menerapkan ide ini dengan membawa tumbuhan air dan ikan mainan, meskipun eksperimennya belum sempurna.

Sementara itu, pada tahun 1838, Félix Dujardin tercatat sebagai orang pertama yang berhasil memiliki akuarium air asin. Pada tahun 1846, Anne Thynne menjadi penemu pertama yang berhasil mempertahankan koral Scleractinia dan rumput laut selama hampir tiga tahun, serta menuliskan penemuannya sebagai akuarium air laut yang seimbang secara ekosistem. Tidak lama setelah itu, Robert Warington melakukan eksperimen dengan kontainer berukuran 13 galon yang diisi dengan ikan mas, siput, dan tumbuhan Vallisneria, untuk menciptakan ekosistem akuarium yang stabil.

Pada tahun 1853, Kebun Binatang London membuka akuarium publik pertama. Tak lama setelah itu, Philip Henry Gosse menggunakan istilah "aquarium" dalam bukunya The Aquarium: An Unveiling of the Wonders of the Deep Sea, yang memperkenalkan konsep akuarium air asin kepada publik. Pada tahun 1858, Edward Edwards mematenkan sebuah sistem sirkulasi untuk akuarium yang kemudian menjadi dasar bagi sistem filtrasi akuarium yang kita kenal hari ini.

Pada tahun 1854, dua penulis anonim asal Jerman menulis tentang akuarium air asin Inggris, dan pada tahun 1856, tulisan tentang akuarium air tawar mulai dipublikasikan. Perkembangan ini diikuti dengan berbagai inovasi teknis, termasuk desain akuarium dengan satu sisi kaca dan sisi lainnya terbuat dari kayu yang kedap air. Bagian dasarnya terbuat dari batu dan dihangatkan dari bawah. Pada masa ini, desain akuarium semakin bervariasi, dengan munculnya tangki akuarium dengan seluruh sisi terbuat dari kaca dan rangka logam.

Dengan berlalunya waktu, akuarium menjadi bagian dari budaya dan hiburan publik, serta tetap berkembang menjadi media untuk mengeksplorasi dan memahami dunia bawah laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....