Gedung Internatio Surabaya, Saksi Bisu Sejarah Kota Pahlawan
- 25 Nov 2024 14:49 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Di sudut Jalan Rajawali dan Jalan Karet, kawasan Kota Tua Surabaya, berdiri dengan anggun sebuah bangunan berarsitektur Belanda yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota pahlawan. Gedung Internatio, demikian bangunan megah ini dikenal, masih kokoh mempertahankan kemegahannya sejak pertama kali didirikan pada tahun 1929.
Gedung Internatio awalnya dibangun sebagai kantor pusat perusahaan dagang Belanda, Internationale Crediet en Handelsvereeniging Rotterdam atau yang lebih dikenal dengan nama Internatio. Didesain oleh arsitek Frans Johan Louwrens Ghijsels, bangunan ini mengusung gaya arsitektur modern kolonial yang khas dengan sentuhan Art Deco.
Dengan luas sekitar 1.600 meter persegi dan tinggi tiga lantai, Gedung Internatio tampil megah dengan detail arsitektur yang memukau. Fasad bangunan dihiasi dengan ornamen geometris khas Art Deco, sementara jendela-jendela tinggi berbingkai kayu memberikan pencahayaan alami yang optimal ke dalam ruangan.
Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), gedung ini beralih fungsi menjadi kantor Kempetai, organisasi polisi militer Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan bersejarah ini sempat menjadi kantor beberapa instansi pemerintah.
Saat ini, Gedung Internatio telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi. Meski demikian, bangunan ini tidak dibiarkan menjadi monumen mati. Beberapa bagian gedung telah direnovasi dengan tetap mempertahankan struktur dan ornamen aslinya.
Gedung Internatio kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Surabaya. Selain menjadi kantor beberapa institusi, sebagian ruangannya difungsikan sebagai galeri yang menampilkan foto-foto dan dokumen bersejarah terkait perkembangan kota Surabaya.
Pengujung dapat mengunjungi Gedung Internatio setiap hari kerja dan menikmati arsitektur megahnya dari dekat. Untuk kunjungan ke dalam gedung, pengunjung perlu mendapatkan izin khusus dari pengelola gedung. (MayCin)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....