Memahami Culture Shock Dan Upaya Mengatasi

  • 14 Nov 2024 08:04 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Culture shock adalah keadaan yang dapat menyebabkan kebingungan terhadap lingkungan dengan budaya yang baru sehingga dapat memicu timbulnya emosi negatif. Culture shock ini akan sangat terasa dialami oleh individu (siswa atau mahasiswa) yang berasal dari daerah yang berbeda dengan daerah asalnya.

Culture shock adalah pengalaman disorientasi dan stres yang dialami individu ketika mereka berada di lingkungan budaya yang berbeda dari budaya asal mereka. Hal ini dapat melibatkan berbagai reaksi emosional, kognitif, dan perilaku yang muncul akibat ketidakmampuan untuk memahami atau menyesuaikan diri dengan praktik, nilai, dan norma budaya yang baru”, hal itu dikatakan Dosen Bimbingan Konseling / BK Unika Wima Madiun, Bernardus Widodo, M.Pd kepada RRI.

Bernardus Widodo mengatakan, culture shock yang terjadi pada individu (siswa atau mahasiswa) dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk kesehatan mental, prestasi akademik, dan interaksi sosial. Individu yang mengalami culture shock mungkin menunjukkan gejala seperti kecemasan, depresi, kebingungan, dan perasaan tidak aman.

Dikatakan, hal ini dapat mengganggu proses belajar mereka dan menghambat perkembangan sosial serta emosional yang sehat. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk membantu siswa mengatasi masalah ini.

Cara yang lebih simple dalam mengatasi culture shock atau gegar budaya menurut Widodo, menyadari dan mengakui perasaan tidak nyaman Individu yang mengalami gegar budaya perlu menerima kenyataan, bahwa dirinya memang tidak mengetahui apa yang sedang dihadapinya. Berfikir terbuka, membuka diri terhadap hal baru, erlibat langsung dengan budaya baru yang ada di lingkungan dimana individu tinggal, dan bersosialisasi.

Proses untuk tumbuh dan berkembang, salah satunya adalah keberanian untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dimana individu tinggal. Ini adalah sebuah realitas. Bila seseorang terhambat dalam beradaptasi, potensi berdampak pada apa yang disebut culture shock. Jika kondisi ini berkepanjangan tentu akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan individu, termasuk kesehatan mental, prestasi akademik, dan interaksi sosial”, ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....