Membicarakan Kejelekan Orang Lain dan Dampaknya

  • 04 Okt 2024 15:44 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Dalam interaksi sehari-hari, kita sering kali terjebak dalam kebiasaan buruk membicarakan kejelekan orang lain. Meskipun topik ini sering dibicarakan, penting untuk menekankan bahwa perilaku ini dapat memiliki dampak yang merugikan, baik dalam konteks keluarga maupun masyarakat.

Keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah merupakan impian setiap pasangan. Namun, bagaimana kita bisa mencapai itu jika kita sering saling menyampaikan kejelekan satu sama lain kepada orang lain? Dalam pandangan Islam, menjaga perasaan orang lain adalah langkah awal menuju keharmonisan.

“Mungkin ada suami atau istri yang saling menyampaikan kejelekan atau kekurangan kepada orang lain. Ini tidak boleh, karena keluarga sakinah adalah keluarga yang rukun, tentram dan damai, tentu diawali dengan bagaimana saling memberikan dan menjaga perasaan. Begitu juga kepada orang lain yang bukan dari keluarga kita,” jelas DR. H. Alwizar, M.AG dalam dialog Keluarga Sakinah di Programa 1 RRI Pekanbaru, Jumat (4/10/2024).

Al-Quran dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 menegaskan pentingnya menjauhi prasangka buruk. Berikut terjemahan dari Surah Al-Hujurat ayat 12:

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang (Sumber : quran.nu.or.id).

“Prasangka adalah akar dari perbuatan menjelekkan orang lain. Sebagian prasangka itu mengandung dosa. Allah juga melarang kita mencari kesalahan orang lain dan melakukan ghibah. Dalam konteks ini, ghibah diartikan sebagai menyebut aib orang lain di belakang mereka. Hal ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadis, ibarat memakan bangkai saudara kita sendiri ,” sambung H. Alwizar.

Terdapat tiga larangan yang dijelaskan secara singkat oleh DR. H. Alwizar, M.AG:

1. Jangan berprasangka: Sebelum menilai seseorang, kita perlu mencari kebenaran.

2. Jangan mencari-cari kesalahan: Ini hanya akan menambah ketegangan.

3. Jangan mengghibah: Menyebut aib orang lain di depan umum tidak hanya merugikan mereka, tetapi juga merusak reputasi kita sendiri.

Agar tercipta suasana harmonis dalam keluarga dan masyarakat, kita perlu mengingat prinsip-prinsip yang diajarkan dalam agama. Sebagai individu beriman, kita sebaiknya berbicara baik-baik atau lebih baik diam jika tidak bisa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....