Zina Adalah Hutang

  • 22 Jan 2026 08:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang -Banyak orang mengira zina hanya soal dosa personal yang selesai dengan penyesalan. Padahal, dalam pandangan Islam, zina memiliki dampak panjang yang bisa menghantui kehidupan di masa depan. Bahkan, zina digambarkan sebagai utang—dan yang membayarnya belum tentu pelakunya sendiri.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

بروا آباءكم تبركم أبناؤكم وعفوا تعف نساؤكم

“Berbaktilah kepada orang tuamu, niscaya anak-anakmu akan menjadi anak-anak yang berbakti. Jauhilah zina, niscaya istri-istrimu akan terjaga dari perbuatan zina.”

(HR. Thabarani, sanadnya dinilai hasan oleh Al-Mundziri)

Hadis ini menunjukkan bahwa perbuatan seseorang tidak berhenti pada dirinya sendiri. Kebaikan akan kembali sebagai kebaikan, dan keburukan pun bisa kembali dalam bentuk yang tidak kita sangka.

Dalam pepatah arab lainnya disebutkan :

الزِّنَا دَيْنٌ قَضَاؤُهُ فِي أَهْلِكَ

“Zina adalah sebuah utang, dan pembayarannya akan terjadi pada keluargamu.”

Maknanya sangat dalam. Jika seseorang meremehkan zina, bukan tidak mungkin dampaknya kelak muncul pada orang-orang terdekatnya—anaknya, istrinya, atau saudara perempuannya. Bukan karena mereka bersalah, melainkan sebagai bentuk konsekuensi dari dosa yang pernah dilakukan.

Pertanyaannya kemudian sederhana, namun menusuk:

Apakah kita rela orang-orang yang kita cintai terjerumus dalam perbuatan zina karena dosa yang pernah kita anggap sepele?

Karena itu, menjaga diri dari zina bukan hanya tentang menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga tentang melindungi kehormatan keluarga dan generasi setelah kita. Maka, sebelum utang itu jatuh tempo, hindarilah zina sejak sekarang.(TP)

Rekomendasi Berita