10 Malam Terakhir Ramadhan, Kesempatan Emas Raih Ampunan

  • 10 Mar 2026 10:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada fase akhir bulan suci ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah karena terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadr, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Al-Qur’an secara tegas menyebutkan keutamaan malam tersebut dalam Surah Al-Qadr ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Para ulama menjelaskan bahwa beribadah pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada ibadah selama sekitar 83 tahun. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan berbagai bentuk ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memperbanyak doa.

Teladan tersebut dicontohkan langsung oleh Muhammad ﷺ. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar, disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, pada sepuluh malam terakhir ini Rasulullah juga melakukan i’tikaf di masjid, yaitu berdiam diri untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. I’tikaf menjadi salah satu amalan yang dianjurkan agar seorang Muslim dapat lebih khusyuk dalam mencari malam Lailatul Qadr.

Tidak hanya itu, malam-malam tersebut juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Dalam sebuah hadis, Aisyah pernah bertanya kepada Nabi mengenai doa yang sebaiknya dibaca ketika bertemu Lailatul Qadr. Rasulullah kemudian mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

(HR. Tirmidzi)

Para ulama juga menjelaskan bahwa Lailatul Qadr kemungkinan besar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya fokus pada satu malam saja, melainkan menghidupkan seluruh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah.

Dengan berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya, sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa akhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meraih ampunan dan pahala yang berlipat ganda.(TP)

Rekomendasi Berita