Kinerja Positif KUR UMi Dorong Ekonomi NTT

  • 04 Mar 2026 19:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Rilis Badan Pusat Statistik Provinsi NTT (2026), mencatat perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 tumbuh kumulatif (c-to-c) sebesar 5,14 persen. Capaian ini telah melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,11 persen pada periode yang sama.

Kepala Kantor Wilayah Direktoran Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Adi Setiawan di Kupang, Selasa 3 Maret 2026 menyampaikan, secara regional Bali-Nusra, kinerja pertumbuhan ini turut melampaui pertumbuhan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tercatat sebesar 3,22 persen, meskipun masih di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali yang mencapai 5,82 persen. Menurut Adi Setiawan, solidnya pertumbuhan yang mampu tumbuh lebih dari 5 persen bermakna bahwa basis ekonomi daerah yang kita miliki masih kuat.

Dukungan PembiayaanKredit Program

Adi Setiawan menyampaikan, salah satu bentuk dukungan Pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi NTT dilakukan melalui kebijakan pembiayaan kredit program bagi pelaku usaha dengan akses yang murah dan tingkat suku bunga murah melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan UMi. Menurutnya, pembiayaan ini memiliki peran krusial dalam membantu permodalan usaha, mencegah terjebak kredit berbunga tinggi (rentenir/pinjol) yang akan mendorong pertumbuhan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Dengan peran tersebut, Pemerintah turut menjadi motor utama dalam mewujudkan pembangunan NTT yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.

Kinerja Pembiayaan Kredit Program

Ia juga menyampaikan, capain kinerja penyaluran KUR sampai dengan 28 Februari 2026 mencatatkan akselerasi yang sangat baik seiring total nilai penyaluran sebesar Rp483,0 miliar untuk 9.455 debitur. Periode ini mencatatkan adanya kenaikan sebesar Rp58,23 miliar (+13,73%, yoy) jika dibandingkan tahun 2025.

Ia menjelaskan, raihan positif ini menjadi momentum yang bagus untuk meraih target pertumbuhan ekonomi di tahun 2027. Penyaluran terbesar KUR masih diraih Kota Kupang dengan nilai Rp62,90 miliar untuk 695 debitur.

Ia menyampaikan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan penyalur KUR yang fokus ke pelaku usaha ritel dengan jumlah unit dan cabang terbanyak. Secara total, BRI mampu menyalurkan KUR sebesar Rp385,01 miliar untuk 8.735 debitur.

Ia menuturkan, menurut skema, pelaku usaha paling banyak mengakses KUR mikro dengan nilai penyaluran Rp350,43 miliar untuk 8.937 debitur. Adapun Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menerima penyaluran terbesar yaitu sebesar 47,17% disusul Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar 19,34% dari total penyaluran.

Selain itu, perbankan turut menyalurkan KUR-KPP dengan capaian demand rumah sebesar Rp29,94 miliar untuk 161 debitur dan supply rumah sebesar 25,41 miliar untuk 11 debitur. Adapun kinerja penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sampai dengan 28 Februari 2026 sebesar Rp35,20 miliar untuk 6.036 debitur.

Dimana PT PNM menjadi penyalur terbesar dengan penyaluran sebesar Rp25,03 miliar untuk 4.314 debitur dengan wilayah penerima pembiayaan terbesar yaitu Kabupaten Manggarai sebesar Rp36,60 miliar, disusul Kabupaten Sikka sebesar Rp28,89 miliar, dan terkecil Kabupaten Sumba Tengah sebesar Rp2,39 miliar.

Kenaikan Plafon dan Target Debitur KUR tahun 2026

Kabar baik terkait plafon KUR 2026 yakni adanya kenaikan plafon penyaluran sehingga menjadi Rp3,20 triliun (+10.0%,yoy) untuk 17.809 debitur dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebesar Rp2,91 triliun. Jika membandingkan capain s.d 28/02/2026, dengan realisasi penyaluran KUR sebesar Rp483,0 miliar untuk 9.455 debitur maka telah terealisasi KUR sebesar 15,07% dari plafon penyaluran.

Total Plafon KUR Konvensional tahun 2026 sebesar Rp3,17 triliun yang terbagi di penyalur BRI Rp2,36 triliun, BNI Rp258,14 miliar, Mandiri Rp174,32 miliar, BTN Rp19,25 miliar, BCA Rp2,95 miliar, Bank Artha Graha Ind (BAGI) Rp8,5 miliar, Bank Nobu Rp3,32 miliar, dan Bank NTT Rp350 miliar (PMI). Adapun target debitur KUR Konvensional tahun 2026 sebanyak 16.565 debitur yang terbagi di penyalur BRI sebanyak 23.599 debitur, BNI sebanyak 1.039 debitur, Mandiri sebanyak

1.393 debitur, BTN sebanyak 175 debitur, BCA sebesar 10 debitur, Bank Artha Graha Ind (BAGI) sebanyak 115 debitur, Bank Nobu sebanyak 22 debitur, dan Bank NTT sebanyak 1.000 debitur (PMI).

Sedangkan pada plafon KUR Syariah di Pegadaian pada 2026 sebesar Rp31,71 miliar yang terdiri atas KURSupermikro Rp7,25 miliar dan KUR Mikro Rp24,46 miliar. Target debitur KUR Syariah di Pegadaian pada2026 sebanyak 1.262 debitur yang terdiri atas debitur KUR Supermikro sebanyak 433 debitur, Mikro sebanyak 89 debitur, dan target debitur graduasi (naik kelas) sebanyak 740 debitur.

Raihan positif penyaluran pembiayaan KUR dan UMi diawal tahun 2026 dapat menjadi katalis pertumbuhan yang saat ini sedang memasuki momentum akselerasi. Dukungan sinergi yang kuat dan komitmen serius oleh seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal penyaluran kredit program akan memastikan pertumbuhan ekonomi regional NTT yang sekian inklusif, maju dan sejahtera. (rlsdjpbntt/at)

Rekomendasi Berita