Makna Turunnya Hujan Saat Perayaan Imlek

  • 31 Jan 2026 18:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang: Dalam kepercayaan Tionghoa, hujan yang turun saat perayaan Imlek kerap dimaknai sebagai pertanda baik. Hujan dianggap membawa berkah, kesuburan, dan rezeki. Air melambangkan kehidupan dan kelimpahan, sehingga turunnya hujan di awal tahun dipercaya sebagai simbol datangnya keberuntungan dan kelancaran sepanjang tahun yang baru.

Dilansir dari laman tirto.id, makna positif ini juga berkaitan dengan harapan akan hasil panen yang baik dan usaha yang berkembang. Dalam budaya agraris Tionghoa, hujan dipandang sebagai anugerah alam yang menyuburkan tanah. Karena itu, hujan saat Imlek sering diartikan sebagai tanda bahwa alam ikut “memberkati” pergantian tahun dan kehidupan manusia di dalamnya.

Selain itu, hujan juga dipercaya sebagai simbol pembersihan. Turunnya air dari langit dianggap membersihkan energi lama, kesialan, dan hal-hal negatif dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, Imlek yang disertai hujan dimaknai sebagai awal baru yang lebih bersih, segar, dan penuh harapan.

Meski demikian, kepercayaan ini bersifat simbolis dan diwariskan secara turun-temurun. Terlepas dari hujan atau tidak, makna utama Imlek tetap terletak pada semangat kebersamaan, rasa syukur, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang akan datang. (Daten)

Rekomendasi Berita