NTT Perkuat Ekosistem UMKM dan Hilirisasi

  • 13 Mar 2026 03:32 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong penguatan ekosistem ekonomi daerah berbasis produktivitas sektor unggulan sebagai fondasi menuju hilirisasi dan industrialisasi yang lebih kokoh. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri rapat koordinasi pembahasan ekonomi daerah di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT di Kupang, Kamis 11 Maret 2026.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri rapat koordinasi pembahasan ekonomi daerah di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT di Kupang, Kamis (11/3/2026).

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Kepala OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT Adi Setiawan, serta Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Matamira B. Kale. Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis ekonomi daerah, termasuk perkembangan ekonomi regional, pengendalian inflasi, penguatan sektor unggulan, hingga peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam arahannya, Melki Laka Lena menegaskan bahwa peningkatan produktivitas sektor riil menjadi kunci utama sebelum daerah masuk ke tahap hilirisasi dan industrialisasi.

Pembahasan sejumlah isu strategis ekonomi daerah, termasuk perkembangan ekonomi regional

Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus terus diperkuat karena menjadi basis ekonomi masyarakat di NTT. Jika produksi sektor-sektor tersebut meningkat, maka nilai tambah melalui hilirisasi akan lebih mudah diwujudkan.

“Kalau produktivitas sudah meningkat, baru kita bisa berbicara hilirisasi secara serius. Dari situ industrialisasi daerah akan tumbuh lebih kuat,” kata Melki.

Ia juga menilai, penguatan ekosistem ekonomi harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari tingkat provinsi hingga desa. Dengan pemetaan potensi yang jelas di setiap wilayah, pemerintah dapat mendorong peningkatan produksi sekaligus membuka peluang pengembangan industri berbasis potensi lokal.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah bersama lembaga keuangan juga membahas penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, termasuk melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diharapkan mampu memperkuat permodalan UMKM. Menurut Melki, sinergi antara peningkatan produktivitas, akses pembiayaan, dan hilirisasi menjadi strategi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, dengan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor usaha. (As)

Rekomendasi Berita