Gubernur NTT Dorong Perluasan KUR UMKM
- 13 Mar 2026 03:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya memperluas akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat sebagai langkah strategis memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri rapat koordinasi pembahasan ekonomi daerah yang berlangsung di kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT di Kupang, Kamis 11 Maret 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan ekonomi daerah, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Badan Pusat Statistik. Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis ekonomi daerah dibahas, mulai dari perkembangan kondisi ekonomi, pengendalian inflasi, hingga penguatan sektor-sektor unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, terutama sektor pertanian.
Melki Laka Lena menilai, penyaluran KUR memiliki peran penting dalam memperkuat permodalan UMKM sekaligus menjaga keberlanjutan usaha masyarakat. Skema pembiayaan dengan bunga terjangkau dinilai mampu membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
“Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan bunga yang terjangkau, pelaku UMKM dapat memperoleh tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu memperluas usaha, serta meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar,” kata Melki.
Ia menambahkan, keberhasilan penyaluran KUR sangat bergantung pada produktivitas sektor usaha masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus terus diperkuat agar mampu menjadi basis ekonomi yang berkelanjutan.
“Ekosistem KUR akan berjalan baik jika produktivitas masyarakat juga meningkat. Ketika produksi meningkat dan pelaku usaha memperoleh keuntungan, maka kemampuan mengembalikan pembiayaan juga akan lebih baik,” ujarnya. Selain memperluas akses pembiayaan, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan ekosistem ekonomi yang terintegrasi, mulai dari peningkatan produksi hingga pengembangan hilirisasi produk daerah.
Menurut Melki, langkah hilirisasi hanya dapat berjalan optimal apabila produktivitas sektor-sektor unggulan sudah kuat. Dengan begitu, industrialisasi daerah dapat tumbuh lebih kokoh dan memberikan dampak ekonomi yang merata.
“Produksi meningkat, hilirisasi berjalan, maka industrialisasi akan mulai bergerak. Itu yang kita dorong agar pertumbuhan ekonomi di NTT semakin kuat dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama lembaga keuangan dan instansi terkait untuk memperkuat dukungan terhadap UMKM serta memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat di seluruh wilayah NTT. (As)