Asal Usul dan Keunikan Tahu Sumedang

  • 02 Sep 2024 21:25 WIB
  •  Sintang

KBRN,Sintang: Siapa yang suka makan tahu? ternyata ada loh olahan tahu yang sering kita temui yaitu Tuhu Sumedang. Tahu Sumedang bukan sekadar camilan biasa, tetapi hasil pertemuan budaya Tionghoa dan Sunda yang menghasilkan kuliner ikonik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kabupaten ini dikenal sebagai Puseur (pusat) Budaya Sunda, dan tahu Sumedang menjadi salah satu oleh-oleh khas yang wajib dicicipi. Yuk, kita telusuri lebih dalam asal-usul dan keunikan tahu legendaris ini di rangkum dari infographic goodnewsfromindonesia.id :


1. Asal-Usul Tahu Sumedang

Tahu, yang terbuat dari kedelai, merupakan kuliner yang diadaptasi dari budaya Tionghoa. Sejarah tahu Sumedang tidak bisa dilepaskan dari sosok Ong Kino, seorang pendatang asal Tiongkok yang tiba di Sumedang pada awal 1900-an. Menurut Khair & Fathy (2021) dalam "Tahu Sejarah Tahu Sumedang," Ong Kino, atau yang lebih dikenal sebagai Babah Eno, awalnya membuat tahu untuk konsumsi pribadi serta sebagai hantaran bagi komunitas Tionghoa dan penduduk asli di Sumedang.

Resep tahu Babah Eno ternyata disukai banyak orang, mendorongnya untuk membuka usaha tahu putih khas Tiongkok yang diolah dengan cara direbus. Namun, usaha tersebut tidak mendapatkan sambutan hangat. Karena bisnisnya kurang berhasil, Ong Kino dan istrinya akhirnya memutuskan untuk kembali ke Tiongkok.


2. Inovasi yang Membawa Kesuksesan

Meski usaha tahu Babah Eno sempat meredup, putranya, Ong Bung Keng, datang dari Tiongkok pada tahun 1917 untuk mengambil alih bisnis sang ayah. Ong Bung Keng melakukan inovasi dengan menambahkan cengek (cabai rawit) ke tahu buatannya agar lebih sesuai dengan selera masyarakat lokal yang menyukai makanan pedas. Tidak hanya itu, ia juga mengubah cara pengolahan tahu menjadi lebih renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Inovasi ini terbukti sukses dan membuat tahu tersebut digemari banyak orang.


3. Makanan yang Memikat Pangeran Sumedang

Pangeran Soeriaatmadja, Bupati Sumedang saat itu, mencicipi tahu buatan Ong Bung Keng ketika melintas di depan kiosnya. Sang pangeran terkesan dengan rasa tahunya dan berkomentar bahwa makanan ini pasti akan laku keras jika terus dijual. Dukungan ini memberikan motivasi besar bagi Ong Bung Keng untuk terus mengembangkan usahanya. Dari sinilah nama "Tahu Bungkeng" lahir, yang kemudian menjadi cikal bakal dari Tahu Sumedang yang kita kenal sekarang.

Pabrik dan gerai pertama Tahu Bungkeng masih beroperasi hingga kini di Jalan 11 April No.53, Kabupaten Sumedang, dan tetap menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi para pencinta tahu.


4. Keunikan Tahu Sumedang yang Tak Tergantikan

Tahu Sumedang memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dari tahu lainnya. Tahu ini berbentuk kotak dengan tekstur luar yang renyah dan warna kecokelatan. Bagian dalamnya harus berisi dan tidak kopong, memberikan sensasi lembut dan gurih saat digigit. Kombinasi tekstur inilah yang menjadi daya tarik utama Tahu Sumedang.

Untuk menikmati tahu Sumedang dengan lebih lezat, biasanya disajikan dengan sambal kecap, sambal tauco, atau sambal khas lainnya yang menambah cita rasa gurih dan pedas. Popularitas tahu ini membuat banyak kios tahu Sumedang bermunculan dan menjadi oleh-oleh favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....