Weci, Ote-Ote, Sebutan Unik Bakwan Sayur Tepi Zaman
- 17 Agt 2024 05:18 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Weci, heci, bala-bala, atau ote-ote, merupakan sebutan unik untuk bakwan sayur yang dulunya banyak dijumpai di daerah Malang Jawa Timur, sebelum akhirnya keberadaan camilan gorengan bercita rasa gurih ini tersebar dimana-mana, tanpa terkecuali di Kediri. Sebagai jajanan tepi zaman atau tempoe doeloe, weci masih banyak diminati oleh berbagai kalangan dan usia hingga kini.
Weci boleh dikata memiliki keunikan tersendiri dibandingkan jajanan gorengan lain pada umumnya, mengingat ukurannya yang kecil namun sudah cukup mengenyangkan karena berisi aneka sayuran segar. Penyajiannya pun juga sederhana, cukup dengan ditambahkan cabe rawit hijau dan bumbu petis, dijamin siapapun akan tergoda untuk menyantapnya.
Berbicara tentang penamaan kuliner legendaris ini yang bermacam-macam, hal ini menambah keunikan yang dimiliki jajanan gorengan tak lekang oleh zaman ini. Ketika kita datang ke Kota Malang, maka kita akan banyak menemukan camilan ini dengan sebutan weci atau heci. Sementara itu, masyarakat Kediri lebih mengenalnya dengan sebutan ote-ote, dan sebagian wilayah lain ada pula yang menamai bakwan sayur ini bala-bala.
Seiring dengan perkembangan zaman, ote-ote pun turut mengalami inovasi dalam pengolahan dan varian yan dihadirkan. Sebut saja Ote-ote Londo dengan berbagai macam toping dan varian yang ditawarkan di beberapa outlet terkenal, lalu Ote-Ote Porong yang juga legendaris dengan isian bandeng dan udang yang tentu dijual dengan harga berbeda dari isian sayur pada umumnya.
RRI Kediri berkesempatan mewawancarai Robiah (51), warga Pesantren Kota Kediri yang setiap harinya berjualan nasi pecel tumpang, dengan ciri khas menggunakan ote-ote sebagai lauknya yang ternyata sangat banyak digemari tidak hanya oleh warga sekitar Kediri saja, tetapi juga warga yang datang dari luar kota.
“ Sego pecel lawuh ote-ote (red. nasi pecel lauk ote-ote) sangat laris di warung saya. Ya ada yang pilih lauk tahu tempe. Biasanya ada yang dipakai camilan. Jadi sambil nunggu antrian nasi pecel, pelanggan saya seringnya ambil sendiri ote-ote di piring lalu minta digrujuk (red. diguyur) sambal pecel, “ kata perempuan yang sudah mulai berjualan nasi pecel dengan lauk ote-ote sejak tahun 1999 ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....