5 Makanan Indonesia Hasil Budaya Asing

  • 07 Jul 2024 10:48 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU : Siapa yang tidak kenal dengan martabak, bakso, atau bahkan perkedel? Makanan-makanan tersebut awal dikenal sebagai hidangan yang telah lama berkembang dan menjadi favorit di kalangan masyarakat Indonesia termasuk Bengkulu.

Tapi kenyataannya mereka tidak murni berasal dari budaya lokal semata. Sebaliknya, hidangan-hidangan tersebut selalu dipengaruhi oleh budaya kuliner dari luar.

Pengaruh budaya asing seperti ini masuk ke dalam kuliner Indonesia melalui berbagai jalur sejarah seperti perdagangan dan kolonialisasi, dan kemudian diadaptasi menjadi bagian integral dari masakan lokal. Hal ini mencerminkan dinamika budaya yang kaya dan beragam di Indonesia, di mana masyarakat mengadopsi, menyesuaikan, dan mengembangkan hidangan-hidangan tersebut sesuai dengan selera dan preferensi lokal.

Lalu, apa saja makanan yang ternyata bukan asli Indonesia? Yuk! Cari tahu bersama.

1. Semur

Semur adalah salah satu hidangan yang memiliki banyak variasi di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa yang terkenal adalah semur Betawi dan semur sapi.

Menariknya, meskipun semur dianggap sebagai hidangan tradisional Indonesia, asal-usulnya sebenarnya berasal dari Belanda dengan nama smoor. Smoor sendiri artinya adalah metode memasak dengan merebus daging sapi lambat dengan tambahan tomat dan bawang.

2. Perkedel

Perkedel, yang biasanya terbuat dari kentang dan dikenal karena rasa gurih dan lembutnya, sebenarnya memiliki asal-usul dari masakan Belanda di Hindia Belanda. Awalnya dikenal sebagai frikadel, hidangan ini terbuat dari daging cincang.

Namun, karena adaptasi dengan ketersediaan bahan di Hindia Belanda pada masa itu, frikadel mengalami inovasi dengan menggunakan kentang sebagai bahan utama.

Perkedel yang terbuat dari kentang ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Indonesia. Di Bengkulu sendiri, perkedel sering kita jumpai di warung makan, restoran, atau bahkan disajikan di berbagai acara dan hajatan.

3. Bakso

Siapa yang tidak mengenal bakso? Makanan ini cocok dimakan dalam cuaca di acara apapun. Ternyata, sejarah bakso dimulai pada masa Dinasti Ming di Tiongkok. Ceritanya bermula dari seorang pemuda bernama Meng Bo yang ingin memasak daging agar empuk dan lembut untuk ibunya.

Terinspirasi oleh kue mochi yang terbuat dari ketan yang ditumbuk hingga halus, Meng Bo kemudian menumbuk daging yang alot, membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil, dan menyajikannya dengan kaldu hangat.

Makanan ini, yang terbuat dari daging giling, cepat menjadi populer di kota Fuzhou dan tersebar luas di seluruh Tiongkok. Seiring berjalannya waktu, bakso diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Tiongkok dan akhirnya sampai ke Indonesia.

4. Nasi Goreng

Nasi goreng berasal dari Tiongkok dan telah mengalami banyak modifikasi di Indonesia. Makanan ini sudah ada sejak zaman kuno, sekitar 4000 tahun sebelum masehi.

Pada masa itu, masyarakat Tiongkok tidak menyukai nasi yang sudah dingin, sehingga mereka memasak ulang nasi tersebut dengan berbagai bumbu dan rempah menjadi nasi goreng. Ternyata, nasi goreng sangat disukai karena rasanya yang lezat.

Hal ini membuat nasi goreng menjadi makanan yang populer. Selain karena rasanya yang enak, nasi goreng juga disukai karena membantu mengurangi pemborosan beras, karena dapat dibuat dari nasi yang sudah dingin atau sisa.

5. Martabak

Kata martabak berasal dari bahasa Arab, yaitu mutabbaq, yang berarti terlipat. Awalnya, martabak adalah jenis makanan yang terdiri dari adonan yang diisi dengan berbagai bahan, kemudian dilipat dan digoreng.

Di Timur Tengah, martabak sudah lama dikenal dalam berbagai varian manis dan gurih, dengan isian seperti daging, sayuran, dan rempah-rempah.

Martabak masuk ke Indonesia melalui sejarah perdagangan dan pertukaran budaya. Setibanya di tanah air, martabak mengalami adaptasi dengan bahan-bahan lokal serta disesuaikan dengan selera lokal.

Meskipun hidangan-hidangan tersebut telah lama diakui sebagai bagian penting dari kuliner Indonesia, penting untuk diingat bahwa keberadaan mereka tidak terlepas dari akulturasi budaya. Jadi, makanan apa yang paling kamu sukai?

(*dilansir dari berbagai sumber).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....