Mengais Rezeki Di Keramaian Malam

  • 29 Apr 2024 15:00 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi: Umumnya penjual makanan ringan, seperti kue kering, kue basah, dan sebagian gorengan, menjajakan jualannya pada pagi hari untuk menyasar konsumen yang mencari sarapan, atau mungkin lebih sering menemukan penjual gorengan pada pagi menjelang siang. Namun berbeda halnya dengan Iswanto (44), seorang penjual gorengan di sekitar Hotel Bungo Kincai di Jalan Profesor Dr. H.M Yamin, Payo Lebar, Jelutung.

Ia mulai membuka jualannya malam hari ba'da isya hingga dini hari. Ia menggeluti pekerjaan sebagai penjual gorengan mulai tahun 2011 hingga sekarang.

“Saya menyisir konsumen dari kalangan anak-anak muda. Kalau malam, di sekitar sini banyak anak-anak muda nongkrong. Mereka sering mencari makanan ringan buat ngemil. Apalagi kalau malam Minggu atau hari libur, banyak yang mencari makanan ringan buat begadang", ungkap Iswanto.Senin.(29/04/2024)

Ia mengatakan alasannya memilih berjualan pada malam hbnso pomalam hari, Awalnya ia sempat berjualan pagi hari di sekitar asrama Baiturahim, namun pembelinya belum ramai. Setelah beberapa lama melihat situasi, akhirnya ia pun memutuskan pindah ke lokasi yang sekarang.

"Di tempat ini kalau malam ternyata lebih ramai, bahkan sampai dini hari banyak anak-anak muda nongkrong disini. Jadi ya akhirnya saya pindah jualan kesini. Lumayan, pembelinya lebih ramai", tuturnya.

Dalam semalam ia bisa menghasilkan omset sekitar 1 hingga 1,5 juta rupiah. Dari hasil usahanya selama ini, ia bisa membeli rumah KPR, menyekolahkan anak hingga ke bangku kuliah, membantu ekonomi orang tua di kampung, dan sebagainya. Gorengan yang dijualnya beragam, ada tahu pedas, cireng, tempe, risol, bakwan, pisang goreng, dan.lain-lain. Harganya pun murah meriah, hanya 1.000 rupiah/pcs.

"Harapannya tidak muluk-muluk, semoga lebih banyak lagi yang menyukai gorengan saya", harapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....