Mengenal Sate Jebred Penyebab Orang Keracunan di Garut

  • 13 Okt 2023 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sate jebred asal Garut baru-baru ini viral, karena membuat 39 orang mengalami keracunan, dan dua di antaranya meninggal dunia. Apa sih itu Sate Jebred? Dalam artikel ini, Anda bakal mendapatkan jawabannya.

Sate Jebred merupakan jajanan tradisional berbahan dasar kulit sapi atau kerbau asal Jawa Barat. Harga Sate Jebred ini terbilang sangat murah. Konsumen hanya perlu merogoh kocek Rp5000-Rp10.000 saja.

Menu sate jebred bisa Anda temukan di Jawa Barat, tepatnya di daerah Priangan Timur. Seperti Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis hingga Pangandaran.

Sate jebred biasanya dijual di pasar-pasar tradisional. Terdapat banyak cara untuk membuat sate jebred ini.

Cara Membuat Sate Jebred

Kulit sapi atau kerbau sebelumnya diolah dengan cara direbus terlebih dahulu, agar memudahkan membersihkan bulu-bulu hewan tersebut. Setelah cukup lama direbus, kemudian kulit tersebut dipotong kotak-kotak sekitar 1 cm dan diberikan bumbu.

Lalu, kulit tersebut ditusuk dengan lidi sate.
Setelah itu sate jebred itu bisa digoreng atau dibakar.

Kulit sapi atau kerbau yang telah diolah ini diberikan bumbu serundeng ataupun bumbu kacang. Umumnya bumbu sate jebred ini didominasi oleh kunyit, sehingga warnanya bernuansa kuning.

Rasa sate jebred dominan asin dan gurih, teksturnya pun kenyal. Satu bungkus bisa berisi 10 tusuk.

Jajanan jadul ini umumnya menjadi camilan yang bisa dimakan langsung. Namun, Anda juga bisa menikmatinya dengan nasi.

Peristiwa Keracunan Sate Jebred

Peristiwa keracunan itu terjadi di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (9/10/2023) malam. Awalnya, 15 orang dilaporkan menjadi korban, dan dua di antaranya meninggal dunia.

Korban keracunan sate jebred di Garut bertambah jadi 39 orang. Seluruh korban tercatat mengalami gejala mual dan muntah.

Seluruh pasien pun harus menjalani perawatan rawat jalan hingga inap. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Dr Leli Yuliani.

Leli mengatakan, puluhan warga yang mengalami keracunan sate jebred mendapat perawatan intensif. "Data terbaru sekitar 39 orang, dirawat di Puskesmas ada empat orang dan di Klinik Cihideung ada empat orang," kata Leli.

Ia menyebut, delapan warga yang masih dirawat di dua fasilitas kesehatan tersebut saat ini dalam kondisi baik. Pihaknya juga tengah melakukan pelacakan untuk memastikan tidak ada korban lainnya.

"Lalu jika harus ada yang dirujuk ya kita lakukan rujukan. Jadi kita koordinasi lintas sektor bersama Dinkes Tasik dan Forkopimda Garut," ucapnya.

Leli menjelaskan, korban berasal dari dua wilayah Garut dan Tasikmalaya. Lantaran, sate tersebut dijual di Pasar Bojong Loa, Kecamatan Cilawu.

Ia menuturkan, banyak warga Tasikmalaya yang berbelanja ke pasar tersebut. Sehingga, terdapat korban keracunan yang diduga dari makanan sate jebred yang dibeli dari Pasar Bojong Loa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....