Mengenal Kasuami Makanan Khas Buton

  • 03 Jul 2023 20:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kasuami adalah makanan legendaris khas dari Buton, Sulawesi Tenggara terbuat dari bahan dasar singkong. Bentuk dari makanan ini sangat unik, seperti tumpeng berukuran kecil atau sedang berwarna putih.

Kasuami kerap dikonsumsi sebagai makanan pengganti nasi. Biasanya disantap dengan lauk sup ikan, sayur berkuah, atau colo-colo (irisan bawang dan minyak).

Kasuami juga disebut dengan soami atau sangkolamerupakan hidangan nenek moyang suku Wakatobi. Kasoami juga diartikan sebagai makanan dari ubi kayu(kaopi) yang diolah dengan uap panas (soa).

Singkong merupakan tanaman sejuta manfaat yang dapat diolah menjadi berbagai macam penganan di Sulawesi Tenggrara. Masyarakat setempat mengkonsumsi kasuami dengan ikan untuk menambah kandungan protein dan lemak sekaligus menambah cita rasa makanan ini.

Kasuami menjadi konsumsi makanan sehari-hari oleh warga nelayan dan petani di daerah ini. Dikarenanan tanaman padi tidak bisa tumbuh di daerah mereka, karenanya tanaman singkong tumbuh subuh di sana.

Kelebihan makanan kasuami adalah karena makanan tersbut tidak mudah basi. Bahkan para pelaut menjadikan makanan dari singkong ini sebagai bekal.

Sebab, bisa bertahan lama dan dapat dikonsumsi hingga 14 sampai 20 hari. Tapi jika singkong parut yang digunakan belum dikukus, kasuami bisa bertahan hingga 30 hari.

Kuliner kasuami (Foto: Istimewa)

Untuk membuat makanan Kasuami juga sangat mudah, berikut adalah cara membuatnya;

Bahan-bahan:

Singkong (ubi kayu)

Cara Membuat:

1. Kupas kulit ubi kayu lalu cuci hingga bersih kemudian diparut atau digiling dengan mesin parutan layaknya memarut kelapa.

2. Bungkus hasil gilingan dengan menggunakan kain atau karung yang bersih agar produk parutan tetap higinis.

3. Lakukan penindisan untuk mengurangi serta meniadakan kadar air ubi kayu. Biarkan selama 1-3 jam hingga air benar-benar kering.

4. Hancurkan produk (kaopi) menggunakan tangan dengan cara mengelus-elusnya.

5. Saringlah ubi kayu menggunakan saringan dari anyaman bambu dengan ukuran kira-kira 0.3 cm. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemasakan kasoami.

6. Masukkan kedalam kulit kukusan berbentuk kerucut yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Lalu masukkan ke dalam periuk kukusan untuk dikukus.

7. Tunggu hingga partikel-partikel produk terebut menyatu dan terasa kental jika ditusuk. Menandakan kalau kasoami telah matang dan siap di hidangkan. (Winda Adeline-RRI Kendari).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....