Waroeng Spesial Sambal Pertahankan Cita Rasa lewat Konsistensi
- 09 Agt 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Waroeng Spesial Sambal mempertahankan cita rasa kuliner tradisional melalui konsistensi resep dan proses produksi yang ketat.
- Wakil Direktur Ria Laksmi Giarawati menyatakan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam menjaga kualitas makanan produksi perusahaan.
- Perusahaan menawarkan lebih dari 30 jenis sambal yang terus dikembangkan sebagai produk utama andalannya.
RRI.CO.ID, Jakarta – Waroeng Spesial Sambal (SS) mempertahankan cita rasa kuliner tradisional melalui konsistensi resep dan proses produksi. Wakil Direktur Waroeng Spesial Sambal, Ria Laksmi Giarawati, mengatakan konsistensi menjadi kunci menjaga kualitas makanan.
Menurut Ria, Waroeng SS mengandalkan keanekaragaman sambal sebagai produk utama. Saat ini, tersedia lebih dari 30 jenis sambal yang terus dikembangkan.
"Kami konsisten menjaga resep, proses, dan operasi. Semua harus dilakukan secara disiplin," ujar Ria saat berbincang bersama Pro3 RRI, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.
Ia menjelaskan setiap resep telah memiliki buku panduan yang wajib dikuasai personel produksi. Setiap warung juga memiliki asisten produksi yang bertanggung jawab terhadap kualitas menu.
Ria mengatakan pengembangan menu dilakukan melalui tim pengembangan operasi. Tim tersebut melakukan penelitian sebelum menu baru disajikan kepada konsumen.
Waroeng SS awalnya hanya menyediakan sekitar lima hingga tujuh jenis sambal. Jumlah tersebut berkembang menjadi lebih dari 30 jenis selama 24 tahun beroperasi.
Selain menjaga resep, Waroeng SS menerapkan sistem kontrol kualitas dalam proses produksi. Pelatihan juga dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk menjaga konsistensi pelayanan.
Ria mengatakan Waroeng SS juga memberikan garansi kepada konsumen apabila makanan yang disajikan tidak sesuai. Konsumen dapat meminta penggantian menu secara gratis untuk kondisi tertentu.
"Kalau sajian tidak sesuai, kami memberikan garansi kecewa. Misalnya terlalu asin atau kurang pedas, menu bisa diganti secara gratis," katanya.
Menurut Ria, kedisiplinan menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha kuliner. Hal tersebut diterapkan melalui sistem penghargaan dan sanksi bagi karyawan.
Ia mencontohkan pelanggaran resep maupun prosedur memasak dapat dikenai sanksi. Penggunaan timer dalam proses memasak juga harus dipatuhi untuk menjaga kualitas makanan.
"Yang utama adalah kepuasan pelanggan. Persaingan sekarang semakin ketat, sehingga kami harus bekerja lebih keras," ucapnya.
Waroeng SS didirikan pada 2002 di Yogyakarta oleh Yoyok Hery Wahyono. Usaha tersebut bermula dari warung tenda di kawasan Grha Sabha Pramana UGM.
Kini, Waroeng SS telah memiliki lebih dari 100 cabang di Indonesia. Usaha tersebut juga telah berekspansi hingga Australia dan Malaysia. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....