Mengenal Prime Rib: Daging Premium yang Diminati Masyarakat Jakarta
- 28 Apr 2026 01:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Beberapa tahun lalu, kata prime rib hampir tidak terdengar dalam obrolan kuliner sehari-hari warga Jakarta. Kini, hidangan ini semakin sering disebut, dicari, dan menjadi pilihan utama para penikmat kuliner kelas atas di ibu kota.
Apa sebenarnya yang membuat prime rib begitu istimewa, dan mengapa popularitasnya terus meningkat di kalangan masyarakat urban Jakarta?
Apa Itu Prime Rib dan Mengapa Berbeda dari Steak Biasa?
Bagi yang belum familiar, prime rib kerap diasumsikan sebagai sekadar potongan daging sapi berukuran besar. Tapi ada lebih dari sekadar ukuran di balik hidangan ini.
Prime rib berasal dari bagian iga utama sapi, tepatnya dari tulang iga ke-6 hingga ke-12. Bagian tubuh ini termasuk yang paling jarang bergerak.
Sehingga dagingnya secara alami lebih empuk dan memiliki rasa yang lebih dalam dibanding potongan lain seperti sirloin atau tenderloin. Perbedaan paling mendasar antara prime rib dan steak biasa bukan pada potongannya, melainkan cara memasaknya.
Prime rib dimasak sebagai satu kesatuan utuh menggunakan teknik slow roast, tanpa dipotong per porsi sebelum masuk oven. Teknik ini memungkinkan seluruh bagian daging matang secara merata sekaligus mempertahankan jusnya.
Tapi justru di situlah tantangannya: mengontrol suhu dan waktu roasting secara konsisten. Untuk potongan besar jauh lebih sulit dibanding memanggang satu steak tunggal.
Mengapa Prime Rib Semakin Diminati di Jakarta?
Naiknya minat masyarakat Jakarta terhadap prime rib bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba. Semakin banyak warga urban yang bepergian ke luar negeri.
Mengikuti konten kreator kuliner internasional. Dan secara aktif mencari pengalaman fine dining membuat hidangan yang dulunya hanya dikenal dari film atau serial Amerika ini kini semakin akrab di telinga.
Prime rib juga punya daya tarik yang sulit diabaikan. Ukurannya yang besar dan mencolok, penyajiannya yang berkesan, serta rasanya yang khas menjadikan prime rib bukan sekadar makanan.
Tapi sebuah momen yang layak diceritakan. Yang perlu dipahami adalah tidak semua prime rib berkualitas sama.
Kualitas daging, metode roasting, dan cara penyajian sangat menentukan hasilnya. Perbedaan antara restoran prime rib di Jakarta yang benar-benar menguasai hidangan ini dengan yang sekadar memasukkannya ke menu akan langsung terasa di meja makan.
Tips Memilih Restoran Prime Rib dan Di Mana Mencobanya di Jakarta
Untuk yang baru pertama kali ingin mencoba prime rib, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih tempat makan. Pilih restoran yang memang mengkhususkan diri pada prime rib, bukan yang mencantumkannya di sela menu lain.
Selain itu, tanyakan tentang grade daging yang digunakan dan bagaimana cara memasaknya. Untuk pengalaman pertama, pilih potongan berukuran sedang agar bisa fokus menikmati karakteristik dagingnya.
Salah satu tempat yang paling konsisten memenuhi kriteria ini di Jakarta adalah Lawry's The Prime Rib Jakarta, yang berlokasi di Bumi Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Restoran ini pertama kali berdiri di Beverly Hills pada 1938 dan sejak hari pertama hanya fokus pada satu hidangan: prime rib.
Daging yang digunakan bersertifikasi USDA premium, dimasak dengan metode slow roasting yang tidak berubah sejak restoran ini pertama berdiri. Setiap potongan disajikan langsung dari silver cart ke meja tamu untuk memastikan dagingnya selalu dalam kondisi terbaik saat sampai di piring.
Restoran yang membangun seluruh eksistensinya di atas satu hidangan selama hampir sembilan dekade memang jarang ada. Bagi yang ingin tahu seperti apa prime rib ketika dikerjakan oleh ahlinya, Lawry's adalah salah satu tempat yang layak dikunjungi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....