Bidik Pasar Global, Kopi Indonesia Meriahkan Ajang Dunia di Melbourne
- 28 Mar 2026 17:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Industri kopi nasional kembali berpartisipasi dalam Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2026 pada 26–28 Maret di Melbourne, Australia.
- Pelaku usaha dari Papua Pegunungan memperkenalkan kopi Arabika typica melalui beberapa merek.
- Ekspor kopi Indonesia ke Victoria juga menunjukkan tren positif, mencapai AUD9,77 juta pada periode Juli 2024 hingga September 2025, yang didominasi oleh biji kopi mentah.
RRI.CO.ID, Melbourne - Industri kopi nasional kembali berpartisipasi dalam Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2026 pada 26–28 Maret di Melbourne, Australia. Partisipasi ini menjadi yang keempat kalinya secara berturut-turut dengan membawa unggulan industri kopi nasional.
Melalui “Paviliun Indonesia” yang diselenggarakan KJRI Melbourne, KBRI Canberra, dan Atase Perdagangan RI, menghadirkan tiga produsen kopi. Ketiga produsen kopi ini di bawah Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI).
Sementara, pentingnya penguatan kemitraan global, perluasan peluang perdagangan, serta dorongan terhadap inovasi dan keberlanjutan industri kopi Indonesia. Kata Dubes RI Canberra, Siswo Pramono dalam pembukaan Paviliun Indonesia, Kamis, 26 Maret 2026 di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC).
Indonesia turut berpartisipasi dalam sesi “Trip to Origin”, salah satu program unggulan MICE. Dalam sesi ini, para peserta Indonesia mempresentasikan profil perusahaan serta memperkenalkan karakteristik kopi Indonesia melalui kegiatan cupping.
Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus meningkatkan pemahaman pasar global terhadap keberagaman dan kualitas kopi Indonesia. Salah satu varian kopi yang ditampilkan antara lain Kamojang Sigarar Utang (metode geothermal wash dan natural quick dry).
Pelaku usaha dari Papua Pegunungan memperkenalkan kopi Arabika typica melalui beberapa merek. Yaitu, Papua Black Gold Coffee, Badama Coffee Yahukimo, dan Ndugama Wene Coffee.
Partisipasi Indonesia dalam MICE menjadi salah satu platform strategis untuk mendorong peningkatan ekspor. Pada partisipasi tahun 2025, tercatat 53 potensi transaksi dengan nilai mencapai AUD2,39 juta.
MICE 2026 diikuti oleh lebih dari 150 peserta pameran dan menarik puluhan ribu pengunjung dari berbagai negara. Adapun, Implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) terus memberikan fondasi kuat bagi hubungan ekonomi kedua negara.
Dalam lima tahun terakhir, total perdagangan barang dan jasa meningkat signifikan dari AUD13,3 miliar pada 2020 menjadi AUD31,3 miliar pada 2025. Ekspor kopi Indonesia ke Victoria juga menunjukkan tren positif, mencapai AUD9,77 juta pada periode Juli 2024 hingga September 2025, yang didominasi oleh biji kopi mentah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....