Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Berawal dari Dapur Keluarga
- 15 Feb 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pisang goreng madu Bu Nanik memulai perjalanannya dari dapur rumah sederhana. Camilan ini awalnya dibuat khusus untuk anggota keluarga yang tidak bisa mengonsumsi gula.
Chief Operating Officer CV Bu Nanik, Michelle, mengatakan resep tersebut berasal dari sang ibu. Pisang goreng dimodifikasi menggunakan madu agar tetap bisa dinikmati dengan aman.
“Jadi memang awalnya hidangan ini itu bikinan mama saya untuk oma saya, kebetulan oma saya diabetes, jadi gak bisa makan gula. Jadi dari hal-hal sederhana yang di rumah, pisang goreng dimodifikasi dengan madu, supaya beliau bisa ikut menikmati,” ujar Michelle dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 15 Februari 2026.
Dari lingkup keluarga, camilan itu kemudian diperkenalkan ke kerabat dan teman dekat. Respons positif membuat pesanan terus berdatangan meski tampilannya belum menarik.
Michelle mengakui warna kehitaman dari madu sempat disangka gosong oleh pelanggan baru. Namun setelah mencicipi, banyak yang kembali membeli karena rasanya unik.
Usaha ini mulai dijual ke publik pada 2007 melalui gerobak sederhana. Saat itu penjualan dilakukan di depan dapur usaha katering keluarga.
Seiring waktu, jumlah pelanggan terus bertambah dan bisnis berkembang. Kini, Pisang Goreng Madu Bu Nanik telah memiliki empat cabang di Jakarta.
“Sekarang kita ada 4 cabang. Di Jakarta Barat, Utara, Timur, dan Selatan. Kita ada kirim ke luar kota juga, tapi kita masih belum punya outlet di luar kota.,” katanya.
Tak hanya pisang, kini tersedia varian ubi, sukun, nangka, cempedak, dan nanas. “Yang mungkin bosan dengan pisang atau yang gak suka pisang bisa konsumsi buah yang lain,” ucap Michelle.
Menurut Michelle, kualitas bahan baku menjadi perhatian utama. Pengawasan dilakukan setiap hari untuk menjaga konsistensi rasa dan tekstur.
Bahan baku pisang dipasok dari petani lokal dan pengepul terpercaya. Proses produksi pun masih dilakukan secara manual agar kualitas tetap terjaga.
Produk selalu dibuat segar dan tidak dijual keesokan harinya. Konsep utama yang diusung adalah fresh from the kitchen untuk menjaga cita rasa.
“Jadi produksi hari ini harus habis hari ini, dan tentang waktunya juga nggak bisa panjang. Jadi kita utamakan semua fresh. Jadi kita nggak pernah jual produk hari ini untuk besok, kita nggak pernah,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....