Lontong Cap Go Meh, Kuliner Imlek yang Sarat Makna

  • 15 Feb 2026 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Lontong Cap Go Meh menjadi hidangan khas yang identik dengan perayaan Cap Go Meh. Sajian ini bukan sekadar kuliner, tetapi juga simbol akulturasi budaya dan harapan kehidupan.

Cap Go Meh sendiri merupakan penutup rangkaian Tahun Baru Imlek yang dirayakan masyarakat Tionghoa. Perayaan ini biasanya diisi tradisi keluarga, doa, dan sajian khas penuh makna.

Hidangan lontong Cap Go Meh lahir dari percampuran budaya Tionghoa dan Nusantara. Proses adaptasi tersebut berkembang ketika komunitas peranakan menetap di Indonesia.

Awalnya masyarakat Tionghoa terbiasa menyantap bubur pada perayaan Cap Go Meh di China. Namun, kebiasaan itu kemudian disesuaikan dengan budaya lokal yang lebih akrab dengan lontong.

Tradisi kuliner tersebut berkembang kuat di wilayah pesisir Jawa. Kota seperti Semarang dan Surabaya dikenal sebagai pusat awal perkembangan hidangan ini.

Komposisi lontong Cap Go Meh biasanya meliputi lontong, opor ayam, telur pindang, dan sayur rebung. Kombinasi tersebut mencerminkan perpaduan cita rasa lokal dengan tradisi Tionghoa.

Secara filosofis, lontong melambangkan harapan panjang umur dan kesejahteraan. Bentuknya menyerupai gulungan yang dimaknai sebagai simbol ilmu serta kebijaksanaan.

Opor ayam dalam hidangan ini sering dikaitkan dengan kemakmuran dan keberuntungan. Sementara telur pindang melambangkan awal baru serta kesempurnaan hidup.

Pelengkap lain seperti sambal goreng ati dan sayur labu siam juga memiliki makna simbolis. Hidangan tersebut dipercaya mencerminkan ketulusan hati serta keseimbangan kehidupan.

Keragaman lauk dalam satu sajian mencerminkan harmoni budaya. Nilai tersebut sejalan dengan semangat kebersamaan dalam perayaan Cap Go Meh.

Kini lontong Cap Go Meh tidak hanya dinikmati komunitas Tionghoa. Hidangan ini mudah ditemukan di berbagai daerah, termasuk Jakarta dan kota besar lainnya.

Keberadaan lontong Cap Go Meh menunjukkan makanan dapat menjadi jembatan budaya. Tradisi kuliner ini sekaligus menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....