Ini Alasan Mengapa Bubur Tidak Dimakan saat Imlek
- 14 Feb 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Imlek sarat dengan simbol serta harapan baik untuk menyambut tahun yang baru. Di antara berbagai tradisi tersebut, terdapat sejumlah pantangan yang diyakini dapat membawa kesialan.
Salah satu larangan yang dikenal luas saat Imlek adalah tidak menyantap bubur pada hari pertama. Kepercayaan ini telah berlangsung lama dan memiliki latar belakang historis tertentu.
Menyantap bubur dipercaya bisa menghadirkan nasib kurang baik sehingga dihindari ketika Imlek. Mengutip South China Morning Post, bubur secara historis dibuat dari sedikit beras dicampur air.
Hidangan tersebut kemudian diasosiasikan dengan kesederhanaan serta upaya penghematan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu membuat bubur identik dengan masa sulit dan keterbatasan ekonomi.
Menurut Hospitality Careers, pada masa lampau bubur kerap dikonsumsi masyarakat yang hidup serba kekurangan. Karena itu, menyantap bubur saat awal tahun baru dianggap melambangkan surutnya kemakmuran.
Selain melambangkan berkurangnya rezeki, bubur juga diyakini membawa kesialan finansial sepanjang tahun. Walau belum terbukti secara ilmiah, kepercayaan ini tetap dijaga sebagian perayanya.
Pantangan lain saat Imlek termasuk tidak mengkonsumsi daging pada hari pertama perayaan. China Highlights menyebut larangan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha yang menentang pembunuhan hewan.
Memecahkan mangkok, piring, gelas, vas, atau cermin dipercaya melambangkan datangnya kesialan. Jika terjadi, pecahannya dibungkus kertas merah sambil mengucap “Sui sui ping'an” sebagai doa keselamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....