Mengapa Jeruk Jadi Simbol Imlek? Ini Penjelasannya
- 12 Feb 2026 12:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan pergantian tahun dalam kalender lunar Tionghoa yang dirayakan masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia. Perayaan ini memiliki sarat nilai budaya dan spiritual, termasuk penggunaan berbagai simbol keberuntungan.
Salah satu simbol yang paling identik dengan Imlek adalah buah jeruk. Buah berwarna oranye cerah ini melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan kelimpahan dalam tradisi Tionghoa.
Pada 2026 atau 2577 Kongzili, Tahun Baru Imlek jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Tahun ini dalam penanggalan Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api.
Secara historis, penggunaan jeruk dalam perayaan Tahun Baru telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Pada masyarakat agraris Tiongkok kuno, buah-buahan dipersembahkan kepada dewa dan leluhur saat masa transisi musim, termasuk awal tahun lunar.
Jeruk yang berada pada puncak musimnya saat musim dingin dan awal musim semi kemudian diasosiasikan dengan periode Imlek. Warna oranye keemasannya menyerupai koin emas sehingga dikaitkan dengan kekayaan dan kesuksesan finansial.
Pada masa Dinasti Han, jeruk tergolong komoditas mewah yang banyak dinikmati kalangan bangsawan. Seiring meluasnya budidaya di wilayah selatan seperti Guangdong dan Fujian, jeruk semakin mudah diakses masyarakat luas.
Memasuki era Dinasti Tang dan Song, pemberian jeruk saat festival menjadi kebiasaan yang meluas. Keluarga biasanya menyiapkan nampan berisi jeruk bersama kue beras dan biji teratai untuk menyambut tahun baru dengan harapan baik.
Makna jeruk juga diperkuat oleh kesamaan bunyi dalam bahasa Mandarin, yakni kata ‘ju’ yang terdengar seperti ‘ji’ yang berarti keberuntungan atau kemakmuran. Selain itu juga ada yang menyebut dengan kata ‘cheng’ yang berarti kesuksesan atau pencapaian.
Selain kesamaan fonetik, karakteristik fisik jeruk turut memperkuat simbolismenya. Bentuknya yang bulat melambangkan persatuan keluarga dan siklus kehidupan, sementara warna cerahnya diasosiasikan dengan emas sebagai lambang kekayaan.
Selain itu, aroma segar dari jeruk ini juga dipercaya mampu membersihkan ruangan sekaligus mengusir energi negatif. Serta, jeruk mandarin yang masih memiliki daun hijau utuh melambangkan umur panjang dan vitalitas.
Dalam perayaan Imlek saat ini, jeruk kerap diletakkan di altar keluarga sebagai bagian dari tradisi. Buah tersebut dipersembahkan kepada leluhur, disajikan kepada tamu, serta ditukar sebagai hadiah simbolis untuk mempererat harmoni dan menarik rezeki.
Praktisi feng shui kerap merekomendasikan menempatkan mangkuk berisi jeruk di ruang tamu atau dekat pintu masuk rumah. Penempatan tersebut diyakini dapat meningkatkan aliran energi positif sekaligus menarik peluang finansial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....