Makna Manisan Segi Delapan di Perayaan Tahun Baru Imlek
- 12 Feb 2026 10:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan berbagai hidangan khas yang sarat makna, salah satunya manisan segi delapan. Sajian ini hampir selalu hadir di ruang tamu untuk menjamu kerabat dan tamu yang berkunjung selama perayaan Imlek.
Bagi masyarakat Tionghoa, manisan ini bukan sekadar makanan ringan, tetapi simbol doa dan harapan baik di awal tahun. Manisan segi delapan dikenal dengan sebutan tray of togetherness atau prosperity box.
Penamaan tersebut merujuk pada fungsinya sebagai wadah kebersamaan yang diharapkan membawa kemakmuran bagi keluarga. Bentuk segi delapan dipilih karena angka delapan dipercaya memiliki makna khusus dalam budaya Tionghoa.
Manisan segi delapan biasanya terdiri dari delapan kompartemen yang diisi berbagai jenis kudapan. Isinya beragam, mulai dari buah-buahan yang diawetkan, biji-bijian, hingga kacang-kacangan.
Meski tidak ada aturan baku mengenai isian, setiap jenis makanan tetap dipilih karena memiliki makna simbolis. Beberapa isian yang umum dijumpai antara lain manisan melon yang melambangkan kesehatan dan pertumbuhan hidup yang baik.
Ada pula jeruk kumquat atau jeruk emat yang dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Kelapa kering sering dimaknai sebagai lambang kebersamaan dan ikatan kekeluargaan yang kuat.
Selain itu, biji teratai dipercaya melambangkan kesuburan dan harapan akan keturunan. Leci juga kerap disajikan sebagai simbol keharmonisan serta kedekatan hubungan keluarga.
Kacang tanah dimaknai sebagai doa agar diberikan umur panjang. Sementara biji semangka merah melambangkan kebahagiaan dan kejujuran.
Seiring perkembangan zaman, isian manisan segi delapan tidak selalu terbatas pada buah kering. Banyak keluarga yang menggantinya dengan permen merah atau manisan modern.
Makanan manis dipilih karena dianggap menjadi simbol keberuntungan dan awal yang manis di tahun baru. Koin cokelat berwarna emas juga sering ditambahkan sebagai lambang rezeki dan kemakmuran.
Selain itu, akar teratai kering kerap dimaknai sebagai simbol kelimpahan untuk masa kini dan masa depan. Kacang mete dan pistachio juga menjadi pilihan karena dipercaya melambangkan kebahagiaan serta kemakmuran bagi keluarga yang menyantapnya.
Delapan jenis manisan yang tersaji dalam tray of togetherness dikenal dengan sebutan chuen hap. Sekotak chuen hap melambangkan kebersamaan dan kesempurnaan, sekaligus menjadi simbol keterbukaan dalam menjamu tamu yang datang bersilaturahmi.
Dengan filosofi tersebut, manisan segi delapan bukan hanya mempermanis suasana perayaan Imlek. Kehadirannya menjadi wujud doa dan harapan agar tahun yang baru membawa kebahagiaan, keberuntungan, serta keharmonisan bagi seluruh keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....