Bermodal Rp3 Juta, Kepiting Nyinyir Hadirkan Konsep 'Cloud-Kitchen'
- 11 Jan 2026 19:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Usaha kuliner Kepiting Nyinyir hadirkan dengan konsep unik pesan antar tanpa makan di tempat (cloud kithcen). Pemilik Kepiting Nyinyir Duren Sawit, Rachman Abdul Rachimman Abdul Rachim mengatakan, usaha tersebut dibangun sejak 2016 dengan hanya bermodalkan Rp3 juta.
“Awal pertama kali buka, kami undang teman-teman berdekat kita untuk jadi tester makanan. Sekitar 20-30 orang itu kita kasih gratis, lalu mereka posting di media sosial untuk kasih testimoni," katanya kepada Pro3 RRI, Minggu (11/1/2026).
Rachman menjelaskan, pemilihan menu kepiting dilakukan karena ingin menghadirkan produk yang lebih spesifik. Ia menilai olahan seafood secara umum terlalu luas dan kurang kuat dari sisi identitas.
Ia menambahkan, nama Kepiting Nyinyir dipilih sebagai identitas usaha agar mudah diingat dan memancing rasa penasaran konsumen. Kata “nyinyir” dimaknai sebagai bentuk respons publik terhadap rasa dan konsep sajian kepiting yang ditawarkan dalam arti positif.
Rachman juga menjelaskan, harga menu Kepiting Nyinyir disesuaikan dengan ukuran dan isi kepiting. Ia menegaskan konsumen tidak perlu memilih ukuran karena sudah ditetapkan standar.
“Harga kami mulai dari Rp167 ribu sampai sekitar Rp300 ribu. Dalam satu kilogram isinya tiga sampai empat ekor,” katanya.
Dalam perjalanannya, tantangan terbesar datang dari pasokan kepiting bakau yang tidak bisa dibudidayakan. Untuk menjaga kualitas, Kepiting Nyinyir membuat sistem transit khusus sebelum kepiting diolah.
“Kami bikin apartemen kepiting sebagai tempat transit sementara. Air dan kondisinya dibuat menyerupai habitat aslinya,” ucapnya.
Sejak awal, Kepiting Nyinyir menerapkan konsep tanpa makan di tempat. Strategi tersebut dinilai efektif dan semakin relevan saat layanan pesan antar berkembang.
“Dari awal kami memang tidak menyediakan makan di tempat. Konsumen tinggal pesan, makanan kami antar,” katanya.
Sementara itu, pendengar Pro3 RRI, Dewi di Jakarta, menyampaikan ketertarikannya terhadap olahan kepiting kekinian. Ia menilai, menu tersebut cocok dengan selera warga ibu kota.
“Di Jakarta terkenal kerak telur dan soto Betawi, tapi olahan kepiting seperti ini bikin penasaran. Kayaknya cocok buat lidah warga ibu kota," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....