[Kaleidoskop] Kuliner Viral, Dorong Peluang Baru UMKM

  • 30 Des 2025 12:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

Tahun 2025 menjadi tahun yang dinamis, serta saksi lahirnya tren kuliner viral yang memikat masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Beberapa makanan menjadi favorit di media sosial, memicu percakapan hangat, serta menandai kreativitas dunia kuliner Indonesia.

Makanan viral tidak hanya memikat lidah masyarakat, tetapi juga mendorong munculnya UMKM baru di berbagai kota. Mulai dari jajanan tradisional hingga dessert modern, berbagai menu inovatif meramaikan platform digital seperti TikTok dan Instagram.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial menjadi ruang lahirnya tren kuliner baru. Tentu hal ini dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjangkau pasar lebih luas.

Viralitas makanan sepanjang 2025 mencerminkan perubahan pola konsumsi sekaligus strategis UMKM. Yakni dalam memanfaatkan konten digital sebagai sarana promosi dan penjualan.

Awal tahun, donat mochi menjadi tren awal 2025 yang ramai diperbincangkan. Donat mochi menawarkan pengalaman yang berbeda dari donat biasa.

Jika donat biasa identik dengan tekstur lembut dan ringan, donat mochi menghadirkan kombinasi unik yang berbeda. Perpaduan tekstur kenyal dan empuk ini membuat donat mochi terasa lebih mengenyangkan.

Kombinasi donat lembut dengan tekstur mochi membuat banyak konten kreator membagikan pengalaman mencicipi. Antrean di beberapa gerai juga muncul sejak Januari hingga Februari 2025.

Donat mochi yang viral di media sosial (Foto: Instagram/@cloudcakes)

Dunia perdonatan pada tahun 2025 tidak hanya sampai di donat mochi. Puncaknya pada pertengahan Juli, penyanyi Pinkan Mambo sukses membuat semua orang penasaran dengan donat buatannya.

Donat ini viral karena rasanya yang disebut mirip odading dan harganya yang mahal. Fenomena tersebut memicu perbincangan luas di media sosial dan menarik minat masyarakat untuk mencicipinya.

Pada pertengahan tahun, sederet makanan viral kembali muncul dan menjadi ide bisnis yang menjanjikan. Salah satunya bolu ketan hitam keju lumer yang ramai diburu karena rasa legit dan tampilan menarik.

Teksturnya yang lembut berpadu rasa manis legit membuat banyak konten kreator membagikan pengalaman mencicipi di TikTok dan Instagram. Fenomena ini mendorong beberapa UMKM rumahan dan kafe kecil memproduksi bolu ketan hitam kreatif.

Produk ini dijual online maupun offline, menciptakan peluang usaha baru di tengah tren viral kuliner. Tren bolu ketan hitam keju lumer pun menjadi bukti bagaimana viralitas makanan dapat membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku UMKM kuliner.

Selain kuliner manis, sajian bercita rasa asin juga menguasai pasar UMKM pada pertengahan tahun. Dimsum goreng hingga dimsum bakar menjadi salah satu produk yang paling diminati dan banyak dikembangkan pelaku usaha.

Dimsum goreng diminati karena teksturnya yang renyah di luar dengan isian gurih disertai lelehan keju di dalamnya. Sementara dimsum bakar menarik perhatian karena aroma khas hasil proses pembakaran disertai saus yang meresap.

Selanjutnya, menjelang akhir tahun, Cickuroll (gulungan ayam renyah) hadir sebagai simbol jajanan urban yang tumbuh dari layar gawai ke sudut-sudut kota. Makanan ini menjadi sorotan karena rasa gurih, crunchy, dan saus pedas manisnya.

Beberapa UMKM kuliner kreatif memanfaatkan tren ini untuk membuka gerai kecil atau layanan pesan antar. Tetapi banyak juga yang hanya dinikmati sebagai jajanan jalanan dan konten digital.

Dari jajanan gurih berbasis ayam, tren kuliner menjelang akhir tahun kemudian bergeser ke produk bakery yang tak kalah menyita perhatian. Salt bread juga hadir sebagai tren roti yang konsisten bertahan dan terus berevolusi di tengah selera pasar yang berubah.

Tren viral salt bread tetap menjadi incaran pencinta roti. Roti asin khas Korea dan Jepang ini populer sejak 2024, tapi eksistensinya tak meredup meski banyak tren bakery baru bermunculan.

Salt bread dibuat dari adonan tipis beroles mentega yang digulung dan ditaburi garam kasar. Teksturnya renyah buttery di luar serta sedikit liat berongga di dalam.

Di Jakarta, Little Salt Bread menjadi pelopor yang diikuti bakery lain seperti Fleur dan Bakerman. Kini, salt bread juga dikreasikan dengan croissant dan terus viral di media sosial.

Potret salmon candy yang sudah siap bisa dikonsumsi (Foto: Tangkapan Youtube Bingsoo)

Menjelang penghujung tahun, tren kuliner viral juga merambah olahan berbahan ikan premium. Salmon candy mencuri perhatian publik setelah ramai dibagikan food vlogger di media sosial.

Salmon candy dikenal sebagai potongan daging salmon yang diolah dengan teknik pengawetan manis. Prosesnya meliputi marinasi gula dan garam hingga menghasilkan tampilan mengilap serta tekstur lengket.

Tren ini kembali viral setelah food vlogger Farida Nurhan membagikan proses pembuatan salmon candy di TikTok. Konten tersebut memicu rasa penasaran warganet terhadap cita rasa manis seperti permen dengan sensasi gurih.

Salmon candy sebenarnya telah lama populer di luar negeri, khususnya wilayah Pacific Northwest. Metode ini awalnya digunakan sebagai cara pengawetan ikan secara tradisional.

Hasil akhirnya menyerupai dendeng dengan tekstur kering, sedikit liat, namun tetap kaya protein. Kandungan omega-3 pada salmon tetap terjaga meski melalui proses marinasi dan pendinginan.

Di Indonesia, banyak konten kreator mencoba membuat salmon candy versi rumahan dan membagikan prosesnya di media sosial. Selain untuk konten, produk ini juga mulai dipasarkan warga melalui marketplace sebagai menu unik berbahan ikan premium.

Di penghujung tahun, dunia UMKM Indonesia justru diramaikan tren kuliner sehat dan sederhana. Salah satunya tren sarapan kukusan yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Menu seperti jagung, ubi, singkong, pisang, talas, hingga labu rebus dinilai lebih sehat. Kukusan dianggap ringan, praktis, dan menjadi alternatif sarapan dibanding menu berminyak.

Popularitas kukusan juga mendorong banyak penjual bermunculan di berbagai kota dengan harga terjangkau. Tren ini berawal dari TikTok dan Instagram lalu berkembang menjadi peluang usaha UMKM.

Kukusan dipilih karena prosesnya sederhana tanpa tambahan gula maupun garam. Meski minim olahan, menu ini tetap dinilai bergizi dan sesuai gaya hidup sehat.

Fenomena ini bahkan mendapat perhatian Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Ia menilai tren kukusan mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pola makan sehat.

“Itu banyak di TikTok saya lihat jutaan yang viral, saya senang. Lebih banyak makan-makanan sehat, sarapan sehat," kata Menkes.

Rangkaian tren kuliner sepanjang 2025 memperlihatkan peran besar media sosial dalam membentuk selera dan peluang usaha. Dari makanan viral hingga menu sehat sederhana, kreativitas pelaku kuliner terus membuka ruang pertumbuhan UMKM di berbagai daerah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....