Nama Ayam Pop, Terinspirasi dari Genre Musik Pop

  • 20 Nov 2025 11:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Bukittinggi: Ayam pop merupakan hidangan khas asal Sumatra Barat yang sangat populer di Indonesia. Ayam pop, menjadi menu favorit di rumah makan khas Padang.

Pionir ayam pop di Indonesia bahkan dunia berasal dari rumah makan sederhana yakni Rumah makan Family Benteng Indah. Kendati tidak ada dokumen tertulis resmi yang mencatat penemuan resep ini.

Cerita turun-temurun dari masyarakat setempat dan keterangan ahli waris menunjukkan bahwa rumah makan ini merupakan pionir dalam menciptakan hidangan ayam pop. Rumah makan dengan luas 470 meter persegi, terletak tidak jauh dari obyek wisata Benteng Fort de Kock, Bukittinggi.

"Iya, pencetus pertama di Indonesia. Sekarang, Alhamdulillah, sudah ada di dunia dan saya adalah generasi kedua," kata Pemilik Rumah Makan Family Benteng Indah, Yulbray Pili saat ditemui rri.co.id, Selasa (18/11/2025).

Mak As Mangkuto, ayah dari Yulbray memulai usaha kuliner ayam di dekat Stasiun Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada tahun 1947. Usaha semakin berkembang lalu lokasi usaha berpindah ke Benteng Fort de Kock pada tahun 1975 hingga sekarang.

Usaha ayam milik orang tuanya semakin pesat dan diteruskan oleh dirinya sebagai generasi kedua. Kendati usaha berkembang pesat, menu ayam belum memiliki nama dan konsumen kerap menanyakan nama menu tersebut.

Ia pun memberi nama ayam pop dan dikenal masyarakat hingga saat ini. Asal mula nama pop pada menu ayam, diambil dari genre musik yang digandrungi era tahun 1970-an yakni pop.

"Ayam pop itu sebetulnya diawali, dengan tidak sengaja, saat itu semua bertanya ayam apa ini. Ya jawab (spontan saja) itu ayam pop, karena tahun 1970 musim pop, kita bawa saja dan sampai sekarang lengket," ujarnya.

"Kalau orang Bukittinggi kalau mau makan ayam menyebutnya ayam Mak As Mangkuto. Setelah itu tahun 1975, pindah ke benteng sini (Fort de Kock) barulah kita beri nama ayam pop," ujarnya menjelaskan.

Rumah makan Family Benteng Indah di Bukittinggi, ramai oleh pengunjung , Selasa (18/11/2025) (Foto : RRI/Prafysta Dyah)

Saat saya datang, Yulbray menghidangkan di meja berbagai menu mulai ayam pop, sambal , dendeng, rendang, paru, daun singkong rebus dan lainnya. Yulbray mengatakan ayam pop yang disantap, dengan daun singkong dan sambal yang memilikk level pedas aman untuk perut.

Ayam pop dicocol dengan sambal dan daun singkong yang telah direbus . Kemudian dikonsumsi dengan nasi yang masih hangat sehingga memberikan kenikmatan yang memanjakan lidah.

"Ayam pop ini pasangannya adalah ini sama lado-nya (Sambal). Pasang berikutnya dengan daun singkongnya, itu awalnya, berikutnya dendeng," ujarnya menjelaskan.

Ayam pop dari Bukittinggi memiliki tekstur daging ayam yang lembut dan warna putih yang tidak pucat. Warna daging ayam cantik karena telah melalui proses rebus dengan beberapa tahapan.

Yulbray selalu memastikan citarasa tetap orisinal seperti resep dan proses yang telah diajarkan oleh papahnya. Sehingga pembeli akan merasakan citarasa yang sama dengan ayam milik orang tuanya.

Yulbray turun tangan ke dapur untuk memastikan bumbu dan proses sesuai sehingga citarasa terjaga. Yulbray dan keluarga menjaga racikan masakan yang telah diwariskan oleh orang tua.

"Generasi orang tua sampai sekarang kita jaga racikannya dan sampai sekarang, insyallah belum ada bisa bikin. Ayam pop dimana-mana tapi belum ada menyamai karena racikan kita pegang," ujarnya.

Menu makanan khas rumah makan padang disajikan di meja. Menu tersebut diantaranya ayam pop, rendang, ikan, dan dendeng (Foto: RRI/Dila)

Rumah makan milik Yulbray selalu ramai dikunjungi pembeli termasuk wisatawan baik dalam negeri bahkan mancegara. Jumlah pengunjung mencapai ribuan orang.

Rumah makan ini hanya memiliki satu cabang, yakni disamping Sovia Lama. Rumah makan cabang tersebut memiliki pemandangan yang indah yakni Gunung Singgalang dan Ngarai Sianok.

Tekstur yang lembut dan rasa yang lezat menjadi alasan bagi masyarakat untuk mendatangi rumah makan pelopor ayam pop. Andi, warga Pekanbaru, Riau selalu singgah di warung Yulbray jika berkunjung ke Bukittinggi.

"Saya dan keluarga beberapa kali ke sini. Dagingnya empuk, lezat dan harga terjangkau," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....