Ini Sejarah Pempek Palembang

  • 18 Nov 2025 13:14 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Pempek adalah makanan khas kota Palembang, Sumatera Selatan yang sangat populer di Indonesia dan bahkan dikenal secara internasional. Hidangan ini berasal dari olahan ikan digiling dan tepung, kemudian disajikan bersama kuah cuka manis-asam-pedas yang disebut “cuko”.

Menurut penelitian sejarah, produksi pempek sudah dimulai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7. Hal itu ditandai lewat prasasti Prasasti Talang Tuo yang mencatat keberadaan sagu dan aren sebagai bahan pangan masyarakat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan-dasar pempek seperti ikan dan tepung sagu telah dikenal dan dimanfaatkan sejak zaman kuno di wilayah Palembang. Di kemudian hari, makanan ini awalnya dikenal dengan sebutan “kelesan” yang berarti makanan ditekan-tekan karena proses pembuatannya menggunakan cetakan atau piri’an khusus.

Kemudian seiring waktu dan interaksi dengan pedagang keturunan Tionghoa, nama ‘kelesan’ berubah menjadi pempek karena panggilan “Pek, Empek” kepada penjualnya.

Dikutip dari iNews.id, cerita yang berkembang menyebutkan bahwa pada sekitar abad ke-16 seorang apek (pedagang Tionghoa) di tepian Sungai Sungai Musi merasa prihatin karena ikan tangkapan melimpah namun kurang diolah dengan baik.

Ia kemudian mengolah ikan dengan menambahkan tepung tapioka atau sagu, menciptakan adonan baru yang kemudian dijajakan keliling, dan akhirnya dikenal sebagai pempek.

Seiring waktu, pempek semakin berkembang menjadi makanan komersial yang dijual secara luas di Kota Palembang dan menjadi salah satu ikon kuliner lokal. Varian-varian pempek seperti lenjer, kapal selam, adaan, kulit dan lainnya muncul sebagai hasil inovasi masyarakat untuk memenuhi selera yang berbeda.

Keberadaan pempek bukan hanya sekadar makanan, tapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Palembang yang melekat dalam acara sosial maupun kuliner sehari-hari.

Lebih jauh, industri pempek telah berkontribusi pada ekonomi lokal, baik sebagai usaha rumah tangga maupun skala kecil menengah dalam penyediaan oleh-oleh dan jajanan khas.

Kini pempek sudah tersebar ke berbagai kota di Indonesia bahkan menjadi bagian dari wisata kuliner nasional, sehingga pemahaman terhadap sejarah dan keaslian rasanya menjadi penting.

Dengan mengetahui akar sejarahnya, kita tidak hanya menikmati cita rasa tetapi juga memahami perjalanan kuliner yang kaya nilai budaya dari Palembang. (Magang/Dilla)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....