Soto, Kuliner Indonesia Mewakili Identitas Suatu Daerah
- 19 Sep 2025 12:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indonesia memiliki banyak varian soto dari berbagai daerah. Masing-masing memiliki ciri khas bumbu, rempah dan isian yang berbeda-beda.
Praktisi Gastronomi Nusantara, Mei Batubara, mengatakan soto adalah masakan Indonesia yang mendapat pengaruh dari budaya Tionghoa. “Mereka (masyarakat Tionghoa) menyebut “Caudo” yaitu makanan berkuah dengan isian daging babi, bukan ayam atau udang,” kata Mei, dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Kamis (18/9/2025).
Awalnya makanan ini popular di wilayah pesisir, seperti Semarang, pada abad ke-19. Karena mayoritas penduduk pesisir di Jawa beragama islam, maka daging babi dalam caudo diganti dengan daging ayam, sapi atau kerbau.
Masakan ini kemudian menyebar ke seluruh wilayah Indonesia dan diadopsi dengan bumbu dan rempah-rempah yang ada di masing-masing daerah. “Sehingga kita punya soto yang sangat beragam, seperti soto Medan, soto Lamongan, coto Makassar, dan lainnya,” ujar Mei.
Di Indonesia, diperkirakan ada lebih dari 75 jenis soto. Hal ini mencerminkan kekayaan budaya kuliner dan identitas daerah di seluruh nusantara.
“Budaya kuliner Indonesia memang ada pengaruh dari luar. Tapi kreatifitas dari masyarakat sehingga menjadikannya makanan lokal,” kata Mei.
Banyaknya varian soto di Indonesia, lanjutnya, tergantung dari bahan pangan yang ada di sekitar wilayah masing-masing. Soto menjadi salah satu kuliner yang sangat kuat mewakili identitas dan tradisi kuliner suatu daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....