Sajikan 9 Varian Bubur, Yu Jumilah Konsisten Lestarikan Jenang

  • 22 Jul 2025 12:15 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN,Yogyakarta: Upaya melestarikan salah satu makanan tradisional Jawa dan memperkenalkannya ke anak muda dilakukan Fajar Suryati selama bertahun-tahun. Fajar Suryati konsisten menghadirkan kuliner jenang atau bubur Jawa yang viral dengan sembilan varian bubur unik dan kaya rasa sejak tahun 2015.

Jenang Yu Jumilah tetap mempertahankan rasa dan kualitas yang sama hingga saat ini dengan sembilan bubur seperti bubur sum-sum pandan, bubur lubi-lubi,monte, cendil ketan,candil singkong, pati telor,ketan hitam dan ketan putih.

“Bubur sumsum, Ibu perasin pakai daun pandan, lebih wangi dan itu gurih banget kata orang-orang juga gitu, karena Ibu pakai santan yang perasaan pertama, santan asli. Dan yang satunya lagi, sum-sum lubi-lubi, bubur lubi-lubi itu bubur yang paling-paling kuno, isiannya ada ubi sama nangka dikasih topping. Itu enak banget rasanya, jadi gurih, manis,” ujar Fajar Suryati kepada RRI, Minggu (20/7/2025) kemarin, di Pasar Ngasem Yogyakarta yang menjadi tempat jualannya sejak setahun lalu selain di rumahnya.

Suryati menjelaskan bahan yang digunakan dan proses pengerjaaan Jenangnya berbeda dengan miliik orang lain seperti candil singkongnya dimana singkong diparut manual, pati telor dengan isian tepung tapioka yang dimasak dengan rempah-rempah seperti cengkeh dan diatasnya ditaruh irisan kelapa muda.

Bahan pembuatan ketan hitam juga ada rasa rempah-rempah dan warna hitamnya bukan dari bahan kimia, tapi bahan pewarna alami dari padi kering juga ada bubur ngangerang atau beras ketan putih yang mengunakan gula aren.

Nggak semua orang bisa bikin dan mau bikin jenang, repot katanya, jenang itu harus telaten dari begitu di kompor, udah gitu harus ngaduk terus sampai matang dan itu satu jam karena santannya kental. Kalau pelanggan puas dan makannya abis itu ibu senang banget, bangga gitu lho,” ucap Suryati.

Ia menjual 1 porsi Jenang seharga Rp10.000 bagi yang makan di tempat dan Rp12.500 untuk yang di bawa pulang karena porsinya lebih banyak. Dijelaskan Suryati, omzet penjualan hari Senin sampai Sabtu dapat laku 50 porsi piring dan 300 cup atau sekitar Rp4.250.000.

Saat akhir pekan, penjualan bertambah banyak sekitar 1.000 porsi piring dan 500 cup atau sekitar Rp16.250.000.

Berjualan setiap hari Senin sampai Minggu dari pukul 06:00 pagi sampai 13:00 siang, Suryati berharap bisa terus melestarikan makanan tradisional Jawa, Jenang buatannya laris terus dan konsumen terpuaskan. Dengan tujuh orang yang membantu usaha Jenang ini,Suryatin tetap melayani pesanan dan berbagi di masjid saat Jumat Berkah. (ora/atang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....