Mengenal Lawar, Santapan Wajib Hari Raya Galungan
- 23 Apr 2025 12:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Lawar, kuliner khas Bali, lebih dari sekadar hidangan tradisional. Perpaduan sayur, daging cincang, dan kelapa berbumbu ini tidak hanya menggoyang lidah, tetapi juga mencerminkan nilai budaya dan spiritual masyarakat Bali.
Lawar umum disajikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbagai upacara keagamaan. Terutama pada peringatan Hari Raya Galungan.
Melansir laman Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Rabu (23/4/2025), Lawar dibuat dengan rempah khas seperti kemiri, jahe, bawang, dan terasi yang memberikan aroma dan rasa yang kompleks. Biasanya menggunakan daging babi, meskipun variasi lain juga tersedia.
Lawar juga memiliki beberapa jenis, di antaranya lawar merah, lawar putih, dan lawar padamare, yakni gabungan dari berbagai jenis lawar. Lawar merah dikenal karena menggunakan darah babi atau sapi untuk memperkaya rasa, sedangkan lawar putih tidak menggunakan darah, namun tetap mempertahankan cita rasa autentik.
Sementara lawar padamare menjadi sajian istimewa yang menyatukan berbagai jenis lawar dalam satu piring. Lebih dari kuliner, lawar juga memiliki nilai simbolik dan religius.
Warna dan bahan-bahan dalam lawar melambangkan dewa-dewa Hindu seperti darah untuk Dewa Brahma dan kelapa untuk Dewa Iswara. Dalam banyak upacara keagamaan, lawar menjadi wujud syukur dan simbol keseimbangan hidup.
Tradisi membuat lawar bersama-sama mencerminkan semangat gotong royong dan kekeluargaan di kalangan masyarakat Bali. Selain sebagai sajian kenikmatan, lawar juga memberi dampak ekonomi positif bagi warga melalui warung makan hingga usaha kuliner rumahan yang menjual "Lawar Bali". (Najwa Anisa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....