Pala Pendem: Mengenal Jenis Uwi, Umbi Tradisional

  • 25 Feb 2025 10:44 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Pala pendem, atau umbi-umbian yang tumbuh di dalam tanah, merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu jenis pala pendem yang cukup dikenal adalah uwi, umbi tradisional yang memiliki nilai gizi tinggi dan berperan penting dalam ketahanan pangan karena sering diolah sebagai bahan pangan alternatif selain beras dan jagung. Uwi dikenal dengan berbagai nama di daerah-daerah di Indonesia, seperti gembili, gembolo, atau ubi senggrik.

Uwi termasuk dalam keluarga Dioscoreaceae dan tersebar luas di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh merambat dan menghasilkan umbi di dalam tanah. Bentuknya memanjang dengan tekstur kulit yang kasar serta warna yang bervariasi tergantung jenisnya. Daging umbinya bisa berwarna putih, ungu, atau kekuningan.

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis uwi yang umum dikonsumsi, di antaranya seperti dikutip dari laman jurnalasia, satu di antara jenis uwi yang populer adalah uwi kelapa. Uwi ini mempunyai umbi dengan bentuk tidak beraturan dengan banyak akar kasar di bagian pangkal batang. Daging umbi berwarna putih, krem, atau ungu cerah. Umbi uwi kelapa dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dikukus setelah umbi dikupas dan dipotong-potong. Umbi juga dapat digoreng atau bahkan dibuat kue.

Selain uwi kelapa, ada beberapa jenis uwi lain yang banyak dijumpai di kebun atau pekarangan di Indonesia. Di antaranya, uwi ulo: umbi berwarna putih dan berbentuk bulat panjang seperti ular. Panjang dapat mencapai lebih dari satu meter. Umbi uwi ulo sering melingkar-lingkar dan muncul di permukaan tanah.

Ada pula uwi wulung: uwi wulung adalah uwi yang hampir seluruh bagian tubuhnya berwarna ungu. Sementara uwi beras: tanaman ini berwarna putih dan kulit umbinya berwarna coklat. Selain itu, ada juga uwi bangkulit: dikenal juga dengan nama uwi punuk banteng atau juga uwi sono. Umbi uwi bangkulit berwarna merah keunguan dengan daging umbi berwarna putih.

Berikutnya, uwi jengking: umbi kecil dan menghujam ke dalam tanah sampai kedalaman 50 cm. Terakhir, uwi rondo sluku: memiliki umbi memanjang menghujam ke dalam tanah membentuk sudut dengan sebagian umbinya yang masih mencuat ke atas permukaan tanah.

Uwi merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk energi. Selain itu, umbi ini juga mengandung serat, vitamin (seperti vitamin C dan B6), serta mineral seperti kalium, magnesium, dan fosfor. Uwi juga kaya akan senyawa antioksidan, terutama pada jenis uwi ungu, yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sebagai salah satu jenis pala pendem, uwi merupakan kekayaan alam Indonesia yang patut dilestarikan dan dimanfaatkan. Dengan kandungan gizi yang tinggi dan potensinya dalam mendukung ketahanan pangan, uwi layak menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Mari kita kenali dan manfaatkan uwi sebagai salah satu solusi pangan sehat dan berkelanjutan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....