Putu Piring Inhil, Manisan Legendaris Menanti untuk Dijelajahi

  • 12 Des 2024 08:28 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Di tengah pesona alam Kabupaten Indragiri Hilir, ternyata tersembunyi sebuah warisan leluhur yang begitu kaya akan cita rasa. Putu Piring, Kue tradisional ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan cerminan kearifan lokal dan kekayaan budaya masyarakat Inhil.

Putu Piring, dengan bentuknya yang unik menyerupai piring kecil, terbuat dari adonan tepung beras yang lembut dan diisi dengan gula merah cair. Proses pembuatannya yang masih dilakukan secara tradisional semakin menambah nilai seni dari kue ini. Setiap gigitan Putu Piring akan membawa Anda pada perjalanan waktu, merasakan manisnya gula merah yang meleleh di lidah dan tekstur lembut kue yang begitu menggugah selera.

Hena, salah satu pedagang yang menjual putu piring di Kabupaten Indragiri hilir, tepatnya di Tembilahan mengatakan bahwa menjual putu piring dalam satu hari dapat laku sampai 8 kilogram. Sejak jualan putu piring tahun 2011, sudah banyak pelanggan dalam maupun luar kota. Bahkan dari luar kota banyak juga yang memesan putu piring karena harganya terbilang cukup terjangkau.

Putu Piring adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Inhil. Kue ini sering menjadi hidangan wajib pada acara-acara adat dan perayaan. Proses pembuatan Putu Piring yang masih menggunakan bahan-bahan alami dan cara tradisional mencerminkan kearifan lokal masyarakat Inhil dalam mengolah makanan. Dengan semakin populernya wisata kuliner, Putu Piring memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Didaerah ini memang pedagang yang menjual putu piring ini tidak terlalu banyak. Dan ditempat ini hanya kami yang menjualnya. Kita berharap agar makanan - makanan tradisional seperti putu piring ini tetap terjagalah. Agar pedagang seperti kami yang menggantungkan rejeki dari menjual makanan tradidional tetap bisa hidup," tutur Hena, Rabu (11/12/2024).

Pengembangan Produk melalui media sosial dan berbagai event kuliner, dapat membuat Putu Piring semakin dikenal oleh masyarakat luas. Pemberian pelatihan kepada generasi muda tentang cara membuat Putu Piring juga merupakan cara agar dapat menjaga kelestarian resep asli.

Putu Piring Inhil paling nikmat dinikmati selagi hangat. Tekstur lembutnya akan semakin terasa saat dimakan bersama secangkir teh hangat atau kopi tubruk. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan parutan kelapa untuk menambah cita rasa gurih.

Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan leluhur kita, Putu Piring. Dengan membeli dan menikmati kue tradisional ini, kita tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga ikut serta dalam menjaga kelangsungan budaya masyarakat Inhil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....