Keripik Belut, Camilan Renyah, Bergizi, dan Kaya Manfaat

  • 09 Nov 2024 19:21 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Belut merupakan sejenis ikan yang hidup di perairan tawar. Bentuk tubuh belut menyerupai ular, habitat belut banyak ditemukan di perairan berlumpur seperti sawah, rawa, dan kolam. Belut memiliki kemampuan unik untuk bertahan hidup dalam lingkungan dengan kadar oksigen yang rendah.

Dilansir dari ppnp.e-journal/agrokompleks, journal tersebut membahas mengenai komposisi kimia kapsul konsentrat protein ikan belut (Monopterus albus) sebagai makanan suplemen bagi penderita gizi buruk. Pada journal tersebut dijelaskan, belut memiliki kandungan seperti kadar air 78,90 %, kadar abu 0,33%, kadar protein 15,90%, kadar lemak 0,12% dan kadar karbohidrat 4,75%. Selain itu belut memiliki kandungan EPA dan DHA pada belut sawah cukup tinggi yaitu 7,16%.

Belut umumnya dijadikan sebagai lauk atau campuran sambal. Seiring dengan berkembangnya waktu olahan belut semakin berinovasi menjadi cemilan-cemilan yang disukai masyarakat, keripik belut adalah salah satu cemilan yang masih digemari hingga saat ini. Belut dipotong kecil-kecil atau dibiarkan utuh, kemudian dibalut dengan tepung berbumbu dan digoreng hingga garing.

Pecinta keripik belut, Eyang Sri dari Klaten sering membeli kripik belut untuk dikonsumsi sendiri, atau pun sebagai buah tangan. Hal ini dilakukannya karena selain praktis, kripik belut tahan lama, bisa untuk cemilan atau lauk saat makan.

“Saya sering beli kripik belut untuk dikonsumsi bersama keluarga dan untuk oleh-oleh. Jika saat lebaran , saya selalu membeli kripik belut yang dikemas ¼ kg untuk oleh-oleh saudara”, ungkapnya.

Camilan ini memiliki rasa gurih, renyah, dan lezat. Dengan aroma khas belut yang dicampur dengan rempah-rempah lokal, seperti bawang putih, ketumbar, dan merica, yang menambah cita rasa gurih. Keripik belut umumnya dijual di pasar tradisional atau toko oleh-oleh.

Keripik belut ini memiliki daya tarik karena proses produksinya yang masih mempertahankan cara tradisional, sehingga rasanya khas dan otentik. Harganya juga relatif terjangkau, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak orang sebagai buah tangan. ( Fara- Anita LPU)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....