Faktor Penyebab Tawuran Remaja dan Upaya Pencegahannya

  • 12 Mar 2025 11:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Co-Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan, Novi Poespita Chandra menyoroti, faktor penyebab tawuran remaja selama Ramadan. Waktu luang yang melimpah sering kali dimanfaatkan secara negatif oleh remaja yang mencari makna dalam hidup.

"Saya kira penyebab dari anak-anak melakukan tawuran tidak bisa single factor. Rasa bosan dan kurangnya apresiasi di lingkungan sekolah maupun keluarga mendorong mereka mencari pengakuan dari teman sebaya,” ujar Novi saat wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu (12/3/2025).

Ia menjelaskan, secara psikologis remaja cenderung menggunakan bagian otak yang mengontrol agresivitas dibandingkan pemikiran tingkat tinggi. "Jika mereka tidak disibukkan dengan kegiatan positif, mereka akan mencari cara sendiri untuk merasa berarti," katanya, menerangkan.

Menurutnya, sekolah dan keluarga harus mulai menciptakan ruang diskusi yang nyaman bagi anak muda. Dengan berdialog, remaja bisa menyalurkan pemikiran dan emosinya secara sehat tanpa harus berkonflik fisik.

Ia mengatakan, aktivitas sosial yang positif seperti kegiatan amal dapat menjadi alternatif mengisi waktu luang mereka. "Saya kira ini harus mulai dipikirkan oleh semua pihak, terutama di bulan Ramadan," ucap Novi.

Menurutnya, selain itu remaja perlu diarahkan pada aktivitas fisik yang membangun, seperti olahraga bela diri. Dengan demikian, energi mereka dapat tersalurkan secara produktif tanpa harus melampiaskannya dalam bentuk kekerasan.

Adapun upaya pencegahan, lanjut dia, harus melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas sekitar. Dengan langkah bersama, fenomena tawuran remaja selama Ramadhan dapat diminimalkan secara signifikan. (Davina Keisha Salsabila)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....