Pasar Waspadai Inflasi AS, Rupiah Melejit 53 Poin
- 11 Sep 2024 17:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melesat 0,34 persen (53 poin) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (11/9/2024). Sehingga posisi rupiah menguat menjadi Rp15.402 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar dalam kondisi waspada sebelum pembacaan inflasi indeks harga konsumen AS. "Pasar berharap inflasi sedikit turun pada Agustus 2024," ujarnya.
Baca juga: Analis Perkirakan Rupiah Masih Bergerak Konsolidasi
Pekan depan, Bank Sentral AS akan melakukan pertemuan dan diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Pelaku pasar juga mencermati Pemilu AS dan debat sengit antara Wapres Kamala Harris dan mantan Presiden Donald Trump.
Di Asia, Tiongkok mengkritik rancangan undang-undang AS untuk membatasi bisnis dengan-perusahaan bioteknologi Tiongkok. Kongres hampir dengan suara bulat memberikan suara untuk mendukung RUU tersebut.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati wacana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan itu disebut-sebut akan diberlakukan pada 1 Oktober 2024.
"Pembatasan konsumsi BBM membuat masyarakat gusar," ujarnya. Ini karena hal tersebut bersamaan dengan menurunnya jumlah ekonomi kelas menengah.
Yang membuat pasar kecewa, tambah Ibrahim, karena informasi itu dilontarkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Meski begitu, Kantor Komunikasi Presiden memastikan pemerintah masih dalam tahap mengkaji rencanapembatasan pembelian BBM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....