Rupiah Naik Tipis Jelang Rilis Data Inflasi AS
- 10 Sep 2024 16:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (10/9/2024). Menurut Bloomberg, rupiah naik satu poin atau 0,01 persen ke posisi Rp15.455 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan sejumlah faktor yang mempengaruhi fluktuasi rupiah terhadap dolar AS. Di antaranya antisipasi pemotongan suku bunga dan data inflasi Amerika Serikat.
"Laporan inflasi AS akan dirilis pada Rabu (11/9/2024) dan akan menjadi petunjuk perekonomian negara itu," ujarnya. Menurut Ibrahim, meredanya inflasi akan memacu peningkatan spekulasi pada tingkat suku bunga yang lebih rendah beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Rupiah Diperkirakan Melemah karena Dolar AS Menguat Lagi
Perkembangan ekonomi Tiongkok juga mempengaruhi sentimen pasar keuangan global. Neraca perdagangan Tiongkok menunjukkan ekspor yang meningkat tetapi impor masih melambat.
"Ini menandakan permintaan masih lesu," ujar Ibrahim. Menurut dia, impor Tiongkok menyusut 12,3 persen pada Agustus 2024.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati laporan Bank Indonesia mengenai data penjualan eceran per Agustus 2024. Indeks Penjualan Riil diperkirakan tumbuh positif 5,8 persen secara tahunan, tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Kinerja penjualan ritel juga tumbuh positif 1,6 persen setelah terkontraksi hingga 7,2 persen bulan sebelumnya. Capaian penjualan ritel Agustus 2024 ditopang momen perayaan HUT RI yang mendorong belanja masyarakat.
"Bank Indonesia memperkirakan kinerja penjualan eceran pada kuartal III 2024 lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya," kata Ibrahim. Indeks Penjualan Eceran kuartal ini pun diperkirakan tumbuh 5,1 persen, naik dibandingkan kuartal II 2024 sebesar 0,7 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....