Rupiah Anjlok 78,5 Poin Menjadi 15,456/Dolar US

  • 09 Sep 2024 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Mata uang rupiah merosot hingga 78,5 poin atau 0,51 persen, dalam penutupan perdagangan awal pekan ini. Sehingga nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp15.456 per dolar US.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah antara lain disebabkan pelaku pasar menunggu data inflasi minggu ini. Sebelumnya, data tenaga kerja AS tidak dalam kondisi yang baik namun tidak seburuk yang diperkirakan.

“Tingkat pengangguran di AS sebesar 4,2 persen, lebih rendah dibandingkan sebelumnya sebesar 4,3 persen. Tingkat upah secara bulan naik 0,7 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,3 persen dan secara tahunan naik menjadi 3,8 persen,” ujar Ibrahim dalam analisisnya, Senin (9/9/2024).

Baca Juga : Rupiah Bertahan, Berpeluang Lanjutkan Penguatan Terhadap Dolar AS

Indeks Keyakinan Konsumen Naik Tipis per Agustus 2024

Menurutnya, data tenaga kerja tersebut membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap tinggi. Ekspektasi pemangkasan sebesar 25 basis poin lebih tinggi, dibandingkan penurunan sebesar 50 basis poin.

“Hal inilah yang membuat dolar AS berbalik menguat (rebound). Sehingga rupiah kembali mengalami tekanan di awal pekan ini,” ucap Ibrahim.

Di Jepang, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 melambat menjadi 2,9 persen dibandingkan sebelumnya sebesar 3,1 persen. Pertumbuhannya juga lebih dari konsensus sebesar 3,2 persen.

Sementara di Tiongkok, kenaikan harga pangan dan harga barang lainnya hanya naik 0,2 persen. Laju inflasi lebih lemah dari perkiraan sebesar 0,6 persen, yang menandakan permintaan domestik yang lemah.

Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati hasil Survei Konsumen Bank Indonesia untuk bulan Agustus 2024. Berdasarkan hasil survei tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Agustus 2024 meningkat menjadi 124,4.

Peningkatan IKK ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi saat Ini yang naik menjadi 114. Serta Indeks Ekspektasi Konsumen yang naik menjadi 134,9.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....