BI Proyeksikan Lonjakan Transaksi Digital Hingga 2030

  • 24 Agt 2024 01:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Bali: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan transaksi digital di Indonesia akan meningkat signifikan. Diperkirakan jumlahnya tumbuh dari 0,6 miliar transaksi menjadi 10,05 miliar transaksi pada 2030.

Menurut Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Ryan Rizaldy, generasi Y dan Z menjadi pendorong utama peningkatan ini. Kedua generasi tersebut saat ini paling banyak melakukan transaksi digital dan akan terus dominan hingga 2030.

“Siapa yang menggerakkan Generasi Y dan generasi Z. Yang saat ini pun bahkan sudah sudah dominan di dalam ekonomi kita," ucapnya dalam Pelatihan Wartawan Bank Indonesia di Bali, Kamis (24/8/2024).

Ia mengatakan selain generasi Y dan Z, generasi Alpha juga diperkirakan akan berperan penting dalam pertumbuhan ini. Pada 2030, generasi Alpha yang mulai memasuki usia remaja akan semakin sering menggunakan transaksi digital.

Ryan menambahkan, ke depan generasi Alpha akan mempengaruhi preferensi pembayaran digital. Mereka akan menentukan metode pembayaran dan mendorong peningkatan transaksi hingga 14 kali lipat.

Meski begitu, Ryan menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur digital. Ia mengkhawatirkan apakah sistem yang ada saat ini mampu menangani lonjakan transaksi sebesar itu.

Untuk menghadapi tantangan ini, ada dua langkah yang disarankan. Pertama, memperkuat infrastruktur agar mampu memenuhi kebutuhan yang meningkat.

Kedua, BI perlu berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan lain. Kerja sama ini diharapkan bisa mengatasi kendala yang mungkin muncul terkait sistem digital di masa depan.

"Sinergis enggak mungkin ditanggung sendirian oleh BI-FAST terlalu keras. Saat ini kami meneliti Kalau misalnya mungkin ada maintenance,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....