Suhu Politik Menurun, Rupiah Kembali Menguat 108 Poin
- 23 Agt 2024 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan sore ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah naik 0,69 persen atau 108 poin menjadi Rp15.492 per dolar AS.
Dari dalam negeri, penguatan rupiah tidak lepas dari pengaruh perkembangan politik yang terjadi. Dimana aksi protes sudah mereda setelah DPR menyatakan membatalkan revisi Undang-Undang Pilkada.
"Menyusul pernyataan DPR, Komisi Pemilihan Umum menyatakan, pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan berpedoman pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini membuat masyarakat maupun investor kembali tenang dan percaya akan penegakkan demokrasi di Indonesia," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi , Jumat (23/8/2024).
Dengan demikian, kepercayaan investor untuk kembali masuk ke pasar keuangan dalam negeri kembali meningkat. Mereka melihat bahwa situasi dan kondisi politik di Indonesia sudah kembali tenang dan stabil.
"Pemerintahan Prabowo Subianto di 2025 akan melakukan pembayaran bunga utang sebesar Rp552,85 triliun, seperti dalam RAPBN 2025. Angka tersebut naik 10,8 persen dari 'outlook' pembayaran bunga utang pada 2024 senilai Rp499, triliun," ujar Ibrahim.
Faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar hari ini adalah perkembangan ekonomi di Amerika Serikat. Pelaku pasar mengkhawatirkan melemahnya ekonomi dan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.
"Sejauh mana resesi dan apakah hal itu akan menyebabkan bank sentral memangkas suku bunganya. Dengan besaran 25 atau 50 basis poin pada September, masih dipertanyakan," ucap Ibrahim.
Para pedagang juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di simposium ekonomi Jackson Hole. Pasar berharap bisa mendapatkan petunjuk baru tentang besaran penurunan suku bunga.
"Powell mungkin enggan memberikan terlalu banyak detail, karena data pekerjaan dan inflasi bulan Agustus akan dirilis setelah pidatonya. Tetapi risalah pertemuan Fed pada Juli yang dirilis Rabu kemarin, menunjukkan sebagian besar pejabat mengisyaratkan penurunan suku bunga," kata Ibrahim.
Sementara, data pada Kamis menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran meningkat. Namun, menurut Ibrahim, levelnya masih menunjukkan pendinginan pasar tenaga kerja secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....