Rupiah Makin Loyo Menjadi Rp16.450 per Dolar AS
- 21 Jun 2024 15:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah belum mampu melawan kekuatan dolar Amerika Serikat (USD) dan terus melemah jelang akhir pekan. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah turun 0,12 persen (20 poin), Rp16.450 per USD dalam penutupan perdagangan sore ini.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi menyebutkan faktor eksternal dan internal membuat rupiah semakin loyo. Dari dalam negeri, pasar mencermati arah kebijakan fiskal yang dinilai berisiko.
“Ada potensi risiko fiskal, terlihat dari proyeksi defisit anggaran di kisaran 2,8 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP). Proyeksi itu mendekati batas atas defisit sebesar 3 persen dari PDB,” kata Ibrahim dalam analisisnya sore ini, Jumat (21/6/2024).
Faktor lainnya yang mempengaruhi sentimen pasar adalah isu Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan menaikkan rasio utang. Namun isu itu telah ditepis oleh tim Prabowo-Gibran.
Menurut Ibrahim, pemerintahan mendatang dibawah Prabowo-Gibran harus secepatnya menyampaikan komitmennya terhadap disiplin fiskal. Sehingga risiko fiskal dapat ditekan dan tidak memicu sentimen negatif terhadap rupiah.
Baca Juga : Rupiah Masih Berpotensi Melemah Dipengaruhi Sentimen Suku Bunga
Selain itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus menjaga stabilitas rupiah berbasis kekuatan fundamental perekonomian Indonesia. Bukan dengan intervensi valuta asing atau menaikkan suku bunga domestik, karena akan mempengaruhi kekuatan devisa negara.
“Pelemahan rupiah merupakan anomali, karena hingga Mei 2024 neraca perdagangan Indonesia masih membukukan surplus. Seharusnya rupiah tidak melemah berkepanjangan, jika pasokan dolar dari surplus tersebut mengalir ke pasar,” ucap Ibrahim.
Sementara itu, dari sisi eksternal, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh data perekonomian AS. Penjualan ritel naiknya tidak signifikan, pasar tenaga kerja masih kuat, memicu spekulasi baru pemangkasan suku bunga The Fed.
Pasar berspekulasi The Fed akan memangkas suku bunganya dua kali tahun ini. Namun The Fed belum memberikan isyarat yang membuat pasar yakin The Fed akan memangkas suku bunganya.
Sementara itu, Bank of England memutuskan mempertahankan suku bunganya dan Bank Nasional Swiss memangkas suku bunga untuk kedua kalinya. Bank of Japan masih berupaya keras menstabilkan mata uang Yen yang melemah ke posisi terendah sejak April kemarin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....