Rupiah Ditutup Turun Tipis 0,05 Persen

  • 11 Jun 2024 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,05 persen (8 poin) ke posisi Rp16.291 per dolar AS.

Mata uang AS menguat dua hari ini, didukung karena menurunnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga. Selain itu imbas hasil obligasi AS juga mengalami kenaikan lebih tinggi, setelah rilis data jumlah tenaga kerja di AS.

"Sementara itu hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap para ekonom menunjukkan perkiraan indeks harga konsumen (inflasi) akan menurun. Penurunannya dari 0,3 persen di bulan lalu menjadi 0,1 persen di bulan Mei 2024," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa (11/6/2024).

Baca juga: Rupiah Berisiko Melemah Jelang Rilis Data Inflasi AS

Pasar juga memperkirakan pertemuan The Fed Rabu besok, tidak akan membawa perubahan apapun. Kecuali perubahan pada proyeksi ekonomi dan suku bunga The Fed.

"Para pejabat The Fed sejak terakhir di bulan Maret 2024 menjadi lebih hawkish (ketat). Pasar saat ini memperkirakan pemotongan suku bunga hanya sebesar 37 basis poin pada Desember," ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri, laporan Bank Indonesia menyebutkan kinerja penjualan eceran pada mei 2024 diprakirakan meningkat. Tercermin dari Indeks Penjualan Riil Mei 2024 yang mencapai 233,9 atau tumbuh 4,7 persen secara tahunan.

"Peningkatan Indeks Penjualan Riil menunjukkan adanya perbaikan dalam daya beli masyarakat. Selain itu mengindikasikan kebijakan ekonomi yang efektif," Ibrahim menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....