Rupiah Turun Lagi Jadi Rp16.285 per Dolar AS
- 10 Jun 2024 16:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sesuai prediksi, nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Senin (10/6/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,54 persen atau 87 poin ke posisi Rp16.285 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah terjadi setelah dirilisnya data non-farm payrolls AS. Data tenaga kerja non-pertanian itu lebih tinggi dari perkiraan pasar, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Menurut Ibrahim, pasar kini fokus pada pertemuan bank sentral AS tersebut pada pekan ini. "The Fed diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga setelah melihat data inflasi dan tenaga kerja terbaru,” ujarnya.
Baca juga: Rupiah Diperkirakan Melemah Pascarilis Data Pekerjaan di AS
AS akan merilis data inflasi per Mei 2024 pada pekan ini. Diperkirakan level inflasi tersebut masih jauh di atas target bank sentral yang sebesar 2 persen.
Menurut Ibrahim, sebelumnya sejumlah pejabat The Fed telah menyatakan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama. "Itu dilakukan jika inflasi masih tinggi dan jumlah tenaga kerja menguat, termasuk non-pertanian," ucapnya.
Di sisi lain, perekonomian Jepang masih mengalami kontraksi setelah Produk Domestik Brutonya sedikit menyusut. Pada saat yang sama, bank sentral Jepang diperkirakan memperketat kebijakannya dengan mengurangi pembelian aset.
Dari dalam negeri, pasar juga memperhatikan utang jatuh tempo pemerintah. Pada 2025, jumlahnya mencapai Rp800,33 triliun yang jelas menimbulkan kekhawatiran khalayak.
Utang jatuh tempo pemerintah salah satunya berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp705,5 triliun. Selain itu juga terdapat pinjaman lain yang jatuh tempo sebesar Rp94,83 triliun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....