Akhir Pekan, Rupiah Masih Perkasa Terhadap Dolar AS

  • 07 Jun 2024 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rupiah lanjutkan penguatan terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah naik 0,41 persen (67 poin) menjadi Rp16.196 per dolar AS.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah menguat menyusul pemangkasan suku bunga oleh sejumlah bank sentral. Di antaranya Bank of Canada dan European Central Bank, sehingga sentimen terhadap aset-aset berbasis risiko, membaik.

"Sementara itu, lemahnya data perekonomian di Amerika Serikat membuat Greenback (dolar AS) terpukul. Seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS karena melemahnya sejumlah data tenaga kerja di negeri itu," kata Ibrahim dalam analisisnya, Jumat ( 7/6/2024).

Baca Juga : Rupiah Menguat Tipis Akibat Menunggu Data Ekonomi AS

Data Non-Farm Payrolls yang akan dirilis Jumat waktu AS, akan memberi isyarat lebih pasti terkait pemangkasan suku bunga. Tak terkecuali hasil pertemuan The Fed Minggu depan yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga stabil.

Faktor lainnya yang mempengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar adalah perkembangan ekonomi Tiongkok. Di luar dugaan, rilis data perdagangan Tiongkok menunjukkan perbaikan.

Ekspornya tumbuh lebih besar dari perkiraan pada bulan Mei, didukung kuatnya produksi industri dan permintaan luar negeri. Namun pertumbuhan impor Tiongkok jauh lebih lambat dari perkiraan, dan menunjukkan permintaan lokal masih lemah.

Penyebabnya, karena Tiongkok sebenarnya masih bergulat. Yakni dengan pemulihan ekonomi yang tidak merata.

"Meski demikian, neraca perdagangan Tiongkok mencatat surplus yang lebih besar dari perkiraan. Surplus tersebut memberikan kesan positif di tengah meningkatnya keraguan pasar atas pemulihan ekonomi di Tiongkok," ujar Ibrahim.

Di dalam negeri, rilis Bank Indonesia mengenai perkembangan posisi cadangan devisa Indonesia juga menopang penguatan rupiah. Cadangan devisa hingga akhir Mei 2024 tercatat 139 miliar dolar AS, naik dari posisi April sebesar 136,2 miliar dolar.

Jumlah devisa bulan Mei 2024, setara Rp2.254,8 triliun. Jumlah tersebut mengacu pada kurs dolar AS di akhir Mei 2024 sebesar Rp16.222/dolar AS.

Namun cadangan devisa rawan tergerus memasuki musim haji. Karena permintaan dolar AS biasanya meningkat untuk membayar kegiatan haji.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....